Selasa, 7 April 2026

Lahan untuk Perumahan di Balikpapan Sisa 18 Persen

Kepala BAPPEDA, Balikpapan, Nining Surtiningsih menyampaikan saat ini, luasan lahan di Kota Balikpapan yang dimanfaatkan untuk permukiman tersisa 18%.

Editor: Amalia Husnul A

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Nining Surtiningsih Selasa (10/2) menyampaikan saat ini, luasan lahan di Kota Balikpapan yang dimanfaatkan untuk kawasan permukiman tersisa 18 persen. Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Balikpapan maka pembagian wilayah untuk kawasan perlindungan dan budidaya adalah 52:48 persen. 52 persen dari luasan Kota Balikpapan harus dimanfaatkan sebagai kawasan lindung yang terdiri dari hutan kota, sempadan sungai, pantai, waduk, sekitar mata air, dan daerah perlindungan mangrove, laut hutan lindung, serta taman.

Dari 48 persen luasan Kota Balikpapan yang dijadikan kawasan budidaya, terdiri dari kawasan industri, pariwisata, dan perdagangan. Dari 48% yang sudah dimanfaatkan masyarakat sekitar 30 persen. Sisa 18 persen masih merupakan kawasan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. "Nantinya Teritip akan menjadi agropolitan atau kota pertanian. Saat ini beberapa lahan di antaranya pertanian sekitar 125 Ha sedang dikerjakan," kata Nining ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (10/2/2015). (BACA: Batik Balikpapan Bermotif Mangrove, Jahe, hingga Beruang Madu).

Untuk wilayah Utara nantinya akan menjadi kota industri. "Selain di wilayah utara ada Kawasan Industri Kariangau, daerah didukung tempat perdagangan seperti Muara Rapak, jalan tol di km 13 dan ditunjang pelabuhan," tambahnya. Wilayah kota Balikpapan yaitu Klandasan Ulu ditetapkan sebagai kawasan pemerintahan kota, perkantoran pemerintah, perkantoran swasta, perdagangan dan jasa, pariwisata (pantai, belanja, sejarah) transportasi laut nasional dan internasional, industri pertamina, dan ruang publik. (BACA: PDAM akan Hentikan Penggiliran Air)

Nining menambahkan dalam RTRW juga dibahas tentang mitigasi bencana atau rencana pencegahan bencana. Untuk mitigasi bencana banjir pihaknya akan membuat rencana penghijauan di daerah hulu sungai, pembuatan bendali (bendungan pengendali) dan pelebaran badan sungai. Untuk ini pihaknya akan bekerja sama dengan Uniba dan juga Bank Dunia dalam pelebaran sungai di titik -titik rawan banjir. "Saat ini Bappeda sedang membuat rencana kolaborasi untuk memperlebar sungai di daerah rawan banjir seperti di jalan Beler," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved