Breaking News:

Royalti Batubara akan Dinaikkan untuk Genjot Penerimaan

Kementrian ESDM akan menaikkan royalti batubara 13,5 persen untuk semua kalori sebagai upaya mencapai target penerimaan PNPB Rp 52,2 triliun

Editor: Achmad Bintoro
Via SKYSCRAPERCITY
Lubang-lubang tambang do Samarinda bertebaran di antara pemukiman penduduk 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan tiga skenario untuk mencapai target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor minerba yang naik Rp 7,9 triliun menjadi Rp 52,2 triliun di RAPBNP 2015.

R. Sukhyar, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM mengatakan opsi pertama yang tengah dipertimbangkan adalah menaikan target produksi batubara dari 425 juta ton menjadi 455 juta ton kendati harga jualnya anjlok ke kisaran US$ 60 per ton.

"Dari angka produksi 455 juta ton itu, sebanyak 363 juta ton untuk diekspor, sementara 92 juta ton untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujar Sukhyar di Jakarta, Selasa (10/2). (Baca juga: KPK: 50 Persen Perusahaan Tambang Batubara Tidak Bayar Royalti)

Sementara opsi kedua, lanjut Sukhyar, Ditjen Minerba akan memberlakukan royalti sebesar 7 persen untuk batubara kalori rendah, 9 persen untuk batubara kalori menengah, dan 13,5 persen untuk batubara kalori tinggi.

"Sedangkan untuk opsi ketiga, Ditjen Minerba tetap mematok angka produksi batubara di kisaran 425 juta ton, namun memberlakukan besaran royalti yang sama di level 13,5 persen," jelas Sukhyar.

Tahun ini, PNBP sektor Minerba dipatok Rp 52,2 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015, meningkat Rp 7,9 triliun dibandingkan target sebelumnya Rp 44,3 triliun di APBN 2015.

Bea Keluar

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendesak Kementerian Keuangan untuk membatalkan rencana pengenaan bea keluar atas ekspor batubara. Untuk itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara R. Sukhyar mengaku telah melayangkan surat permohonan peniadaan bea keluar (BK) ke Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

"Hari ini Dirjen sudah mengirim surat ke Badan Kebijakan Fiskal," ujar singkat Sukhyar di Jakarta, Selasa (10/2). (Baca lainnya: Ekonomi Kaltim 2015 Masih Terus Andalkan Batubara)

Keberatan tersebut, kata Sukhyar, mengacu pada meningkatnya target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor minerba dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2015. Tahun ini, PNBP sektor Minerba dipatok Rp 52,2 triliun, meningkat Rp 7,9 triliun dibandingkan target sebelumnya Rp 44,3 triliun di APBN 2015.

Untuk bisa menggapai targetan tersebut, Ditjen Minerba pun berencana menggenjot produksi dan ekspor batubara. "Satu (pihak) semangatnya konservasi atau kepentingan dalam negeri. Satunya lagi devisa. Tapi keduanya harus ada titik temu," katanya.

Sebagi informasi, Ditjen Minerba Kementerian ESDM telah menerima surat dari BKF Kementerian Keuangan untuk mencantumkan klausul bea ekspor dalam draf amandemen kontrak perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B).(ags/ags)

Sumber: CNN Indonesia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved