Garuda di Dadaku, Malaysia di Perutku Semboyan Warga Perbatasan

Menurut Ruslan, tak ada kebanggaan yang bisa dirasakan masyarakatnya, sebagai warga Indonesia.

TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Perbandingan jalan di Pulau Sebatik (kiri) yang sudah beraspal dengan di Krayan (kanan) yang masih berlumpur. Wilayah di Kabupaten Nunukan ini sama-sama berada di perbatasan Republik Indonesia-Malaysia 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga Kaltim yang tinggal di perbatasan negara, tepatnya di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu punya sloga istimewa yakni Garuda di Dadaku, Malaysia di Perutku.

Slogan ini tercipta lantaran kehidupan serba terbatas yang dialami warga yang bermukim di beranda depan negara ini.

"Jarak dengan Malaysia hanya 70 km. Semua kebutuhan hidup kami dipasok dari Malaysia. Wajar jika warga berkata demikian," ujar Pj Bupati Mahakam Ulu, MS Ruslan. (Baca juga: Jokowi Janji Garap Perbatasan Mulai Tahun Depan).

Menurut Ruslan, tak ada kebanggaan yang bisa dirasakan masyarakatnya, sebagai warga Indonesia.

"Kami hidup di beranda depan negara. Tapi apa yang bisa kami banggakan," sebut Ruslan. (Baca juga: Kodam VI Mulawarman Tambah Pos Pengamanan Perbatasan).

Hal ini pula, kata Ruslan, yang mendasari warga Mahakam Ulu mendukung otonomi khusus (otsus) Kaltim.

"Pilihannya hanya tiga. Otsus, Negara Borneo, atau warga pilih jadi bergabung dengan Malaysia," pungkas Ruslan. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Ahmad Bayasut
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved