Banjir
Warga Trauma Ular Masuk ke Rumah
Bukan hanya luapan air yang menerjang permukiman yang menjadi kekhawatiran warga.
Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bukan hanya luapan air yang menerjang permukiman yang menjadi kekhawatiran warga.
Belakangan, kala banjir, kerap terlihat binatang liar seperti ular berukuran besar dan panjang. Beberapa ular pernah ditangkap warga.
Hal itu membuat warga merasa waswas ketika membersihkan sudut rumah ketika air sudah mulai surut. Bayangan ular yang meliuk-liuk di atas air menurut Sri, masih terekam jelas dan selalu muncul kala banjir kembali datang.
"Belakangan kalau banjir ada ular, kemarin besarnya segini," kata Sri menunjuk pegelelangan tangannya. (BACA: Warga Sidomulyo Akui Camat tak Pernah Sosialisasi soal Relokasi Banjir)
Sahira, warga Jalan Taman Sepinggan RT/32 Kelurahan Sepinggan, mengatakan banjir memang menjadi pemandangan lazim warga. "Jangankan hujan satu hari, satu jam saja sudah banjir setinggi paha orang dewasa. Kami berharap pemerintah Kota Balikpapan pada hari ulang tahun keseratus delapan belas ini, supaya bencana banjir akan menjadi perhatian kami.
"Senada dengan Sahira, seorang pedagang gorengan di Kelurahan Sepinggan, Edy mengatakan banjir menjadi langganan."Jika hujan turun agak deras selam satu jam, saya terpaksa menunggu banjir surut untuk menunggu para pembeli yang ingin membeli dagangan saya karena mereka terhalang banjir," katanya. (BACA: Warga Sidomulyo Kukar Tolak Relokasi Daerah Banjir)
"Saya berharap pada hari ulang tahun ke-118 Kota Balikpapan ini supaya Pemkot Balikpapan lebih memperhatikan Sungai Sepinggan dan parit air yang ada di Kelurahan Sepinggan ini. Semoga sungai dikeruk atau memperdalam saluran air, guna mencegah banjir yang sudah menjadi langganan kami," ucapnya. (*)