Jumat, 10 April 2026

Imlek

Tahun Baru Imlek 2015, Warga Tionghoa berharap dapat Walikota baru

Mereka berharap Walikota yang terpilih nanti seperti Presiden RI Jokowi yang tidak hanya di kantor saja, melainkan juga turun ke lapangan.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jelang tahun baru Imlek 2015 yang jatuh pada tanggal 19 Februari mendatang, ternyata warga etnis Tionghoa berharap lebih kepada pemimpin Samarinda yang akan kembali dipilih pada akhir tahun mendatang.

Mereka berharap Walikota yang terpilih nanti seperti Presiden RI Jokowi yang tidak hanya di kantor saja, melainkan juga turun ke lapangan.

"Saya selalu mengikuti perkembangan kota, sampai saat ini memang ada perubahan yang baik, tetapi harus lebih lagi. Intinya kepentingan rakyat diutamakan," ungkap salah seorang warga Tionghoa yang mengunjungi vihara Eka Dharma Manggala, Samarinda, Kaltim. Minggu, (15/2/2015).

Dia mengungkapkan sosok Jokowi memang pantas untuk dijadikan contoh sebagai pemimpin yang merakyat dengan kinerja memimpin yang baik.

"Kami mau seperti pak presiden yang tidak hanya duduk di kantor menunggu laporan, tetapi juga terjun langsung ke lapangan," imbuhnya.

Sementara itu, Pengawas vihara Eka Dharma Manggala Lukman Suryadi menjelaskan, pada moment imlek ini dia berharap agar Samarinda dan Kaltim dapat lebih kondusif, pembangunan di daerah berjalan dengan seimbang.

Dia mengungkapkan, pembangunan yang terjadi di Samarinda sudah cukup signifikan dampaknya. Mulai dari perbaikan infrastruktur penghubung hingga fasilitas umum yang tersedia dihampir setiap sudut kota.

"Saat ini sudah cukup baik, tapi harus lebih lagi ditingkatkan. Kepala daerah harus kerja, jangan hanya duduk saja, selogan Jokowi tentang 'kerja..kerja..kerja' dapat dicontoh kepala daerah yang terpilih nanti," jelasnya.

Pria dengan nama Tionghoa Lu Ci Hwa itu menjelaskan, saat ini vihara Eka Dharma Manunggal tengah mempersiapkan seluruh keperluan jelang ibadah imlek pada tanggal 18 Februari mendatang.
Mulai dari pemasangan Tenglong (Lampion, red), mempersiapkan dupa hingga membersihkan seluruh lingkungan vihara.

"Sembahyang sambut tahun baru dimulai jam 10 malam hingga selesai, itu dimulai tanggal 18 Februari. Tenglong yang kami pasang jumlahnya ratusan dan akan digantung disetiap sudut vihara," imbuhnya.

Setelah tanggal 19 Februari, umat Budha kembali akan berkumpul di vihara tersebut pada tanggal 1 Maret untuk kembali melaksanakan sembahyang bersama. Nantinya setelah ibadah akan ada berbagai macam kegiatan, mulai dari karoeke hingga kegiatan sosial.

Selain itu, sembahyang di vihara tersebut akan dipimpin langsung oleh pandita yang berasal dari Taiwan. Sekitar 200 umat Budha akan hadir dalam ibadah imlek tahun ini.

"Biasanya yang ditunggu itu bagi-bagi angpaonya terutama untuk bagi anak-anak, itu di tanggal 18, esoknya pada tanggal 19 itu merupakan acara halal bihalal," paparnya.

Selain itu, pada hari raya Waisak mendatang, seluruh umat budha yang ada di Samarinda akan melakuka berbagai macam kegiatan sosial, mulai dari mengujungi panti jompo, panti asuhan hingga melayat ke makam taman pahlawan.

"Kami berharap ke depan Samarinda lebih baik lagi, aman dan masyarkatnya sejahtera. Mari bersama-sama membangun kota ini lebih baik," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved