RT 48 Baru Ulu Terpilih Jadi Kampung Tangguh Pertama di Balikpapan
Lembaga kemanusiaan nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) merilis RT 48 Baru Ulu sebagai Kampung Tangguh pertama di Balikpapan, Provinsi Kaltim.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -Lembaga kemanusiaan nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) merilis Kampung Tangguh, Minggu (15/2/2015). PKPU memilih RT 48 Baru Ulu sebagai Kampung Tangguh pertama. Kepala Divisi Disaster Risk Management PKPU, Dian Adi Purwanto mengatakan pihaknya memilih Warga RT 48 karena melihat kesungguhan dan antusiasme masyarakat di daerah tersebut dalam mengikuti setiap pelatihan yang diberikan PKPU.
Selain itu, Dian juga melihat potensi bencana yang mungkin terjadi setiap saat di daerah itu. "Ditinjau dari kondisi cuaca kota Balikpapan yang belakangan ini terus diguyur hujan daerah ini berpotensi banjir karena dekat dengan laut," kata Dian. (BACA: 600.000 Nyawa di Balikpapan Terancam Bencana).
Kepala Bidang Pendayagunaan PKPU Balikpapan, Yeni Kartika Dewi menambahkan sebelum rilis selama satu bulan terakhir para kader baru telah berlatih mengatasi potensi bencana awal dan proses evakuasi kebakaran. Ke depannya pelatihan lain mengenai penanggulangan potensi bencana lainnya dilakukan sampai dengan enam bulan ke depan.
Ia mengatakan dibentuknya Kampung Tangguh ini karena melihat semakin tingginya potensi bencana di Balikpapan terutama wilayah rawan bencana. Termasuk RT 48 Baru Ulu yang padat penduduknya. PKPU berinisiatif terjun ke masyarakat dengan tujuan memberdayakan masyarakat sekitar dan bersama mempersiapkan kekuatan penanggulangan bencana di lingkungan rawan bencana. "Sesuai dengan tagline kami yaitu membangun safety culture masyarakat," katanya. (BACA: Kelurahan Teritip dan Baru Tengah Ditetapkan Kelurahan Tangguh Bencana).
Ia berharap sebagai Kampung Tangguh yang pertama, para kader mampu menjadi pelopor dan akan ada titik-titik Kampung Tangguh lainnya di daerah rawan bencana. Ia berharap terjalin koordinasi yang baik antar stakeholder terkait. Semakin banyak yang terlibat maka gerakan masyarakat yang terbentuk safety culture menjadikan ketangguhan bencana bahkan hingga seluruh wilayah di kota Balikpapan.
Sekitar 20 kader baru PKPU yang dilantik pada rilis Kampung Tangguh Minggu (15/2/2015) melakukan simulasi tanggap darurat kejadian kebakaran di RT 48. "Menurut saya ini adalah panggilan hati nurani, dan ada kebanggan tersendiri saat menjalaninya," kata Budi salah satu kader.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Shuhada Salam mengatakan jangan pernah takut menghadapi api karena rasa takut akan menimbulkan perasan panik sehingga bencana kebakaran tidak dapat teratasi sesuai prosedur. (BACA: Kukar Darurat Bencana Asap).
Ia menambahkan terjadi beberapa kebakaran di berbagai daerah di Kaltim juga menjadi pertimbangan. Melihat kondisi rumah warga sekitar baik perabotan dan bangunan rumah mudah terbakar juga sebagai bahan pertimbangan dipilihnya RT 48 ini. Acara ini merupakan satu rangkaian peringatan HUT- 118 kota Balikpapan. Acara dihadiri beberapa stakeholder mulai dari perwakilan Orari, Koramil, Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang diwakili Staf Bagian Sosial. (*)