Pemkot Samarinda Was-was Rugi Puluhan Miliar Bila PBB Dihapuskan

Tentu saja pendapatan Samarinda akan berkurang, walaupun wacana tersebut belum ada kepastian, tetapi kami tetap was-was, karena bisa saja target PAD

Pemkot Samarinda Was-was Rugi Puluhan Miliar Bila PBB Dihapuskan
www.pajak.go.id
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemkot Samarinda akan mengalami kerugian puluhan miliar, lantaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) akan dihapuskan oleh Kementrian Agraria dan Tata Ruang.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Samarinda A Lujah Irang mengungkapkan, selama ini PAD dari sektor PBB menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar bagi Samarinda. Tahun lalu, Dispenda mencatat PAD dari sektor PBB nilai realisasinya mencapai Rp 35 miliar lebih.

"Tentu saja pendapatan Samarinda akan berkurang, walaupun wacana tersebut belum ada kepastian, tetapi kami tetap was-was, karena bisa saja target PAD pada APBD murni 2015 tidak tercapai," jelasnya. Selasa, (17/2/2015).

Dia menilai, penghapusan PBB dari PAD pada tahun ini belum tepat waktunya, karena daerah harus menyesuaikan kembali dengan kondisi sektor pendapatan lainnya, agar PAD tahunan tetap menghasilkan jumlah yang besar.

"Kalau memang mau dihapus, seharusnya ada kebijakan lain yang meringankan daerah, seperti dana perimbangan yang lebih besar, karena dari tahun ke tahun dana perimbangan terus mengalami penurunan," ungkapnya. (Baca juga: Polairud Polda Kaltim Tangkap Dua Kapal Trawl Asing).

Tahun lalu, Samarinda berhasil memperoleh PAD dengan realisasi sebesar Rp 435 miliar lebih. Untuk tahun ini Dispenda kembali menargetkan PAD mencapai Rp 435 miliar, nilai tersebut akan kembali bertambah melalui APBD Perubahan 2015.

Sementara itu, Kasi Pengendalian dan Evaluasi Dispenda Samarinda Ahmad Yani menjelaskan, sektor pajak dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) menjadi sektor yang ditarget memperoleh pendapatan tertinggi, yaitu sebesar Rp 68 miliar, selain itu Bea Perolehan Hak Atas Tanah atau Bangunan (BPHTB) ditarget memperoleh pendapatan sebesar Rp 62 miliar, sedangkan PBB ditarget memperoleh Rp 30 miliar.

"Target PAD tersebut tentu saja didasarkan dengan potensi pendapatan yang ada di Samarinda dan juga berkaca terhadap pendapatan tahun lalu. Kami yakin tahun ini PAD yang ditargetkan dapat tercapai," jelasnya.

Dengan begitu, pada target tahun ini Dispenda Samarinda memperkirakan akan memperoleh Rp 2 triliun lebih pendapatan. Target tersebut telah digabungkan dengan pendapatan bagi hasil dan PAD. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved