Breaking News:

Penghasilan Berkurang, Maskanah Tetap Berjualan di Pasar Gerbang

Para pedagang mengaku penghasilannya terus menipis sejak berjualan di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang. Pembeli juga jarang berkunjung ke pasar.

Penulis: Rahmad Taufik |
TRIBUN KALTIM/RAHMAD TAUFIK
Maskanah (46), salah satu pedagang memilih tetap bertahan untuk berjualan di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Maskanah (46), seorang pedagang, tetap bertahan untuk berjualan di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sedangkan rekan-rekannya sudah meninggalkan pasar itu untuk berjualan di pinggir jalan Mangkurawang.

Para pedagang mengaku penghasilannya terus menipis sejak berjualan di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang. Pembeli juga jarang berkunjung ke pasar. Mereka lebih suka belanja di pinggir jalan Mangkurawang. (BACA: Pedagang di Tepi Jalan di Sangatta Segera Tempati Gedung Baru)

"Kebanyakan yang belanja kemari berasal dari warga sekitar," kata Maskanah, Selasa (17/2/2015).

Ia bersikukuh untuk tidak meninggalkan pasar tersebut, kendati rekannya kerap mengajak untuk berjualan di pinggir jalan.
Sejak berjualan di Pasar Gerbang Raja, Maskanah mengaku penghasilannya Rp 50.000 hingga Rp 200.000 per hari. Angka ini masih dibilang pendapatan kotor. (BACA: 217 Pedagang Bergabung di Wisata Belanja Bankaltim)

Sebelumnya saat berjualan di pinggir jalan, penghasil terendahnya mencapai Rp 300.000 per hari. Ia bisa menabung. Saat ini Maskanah kerap meminjam uang di koperasi untuk kebutuhan modal. Ia juga berjualan di pasar malam tiap hari Rabu dan Sabtu.

"Kalau tidak laku jualan di Pasar Mangkurawang, saya jual lagi di pasar malam agar sayuran tidak busuk. Tapi kalau hari hujan, saya juga nggak dapat untung," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved