Breaking News:

Polairud Polda Kaltim Tangkap Dua Kapal Trawl Asing

Aparat hukum Indonesia kembali memergoki tindakan illegal fishing yang dilakukan kapal asing.

Penulis: Junisah | Editor: Trinilo Umardini
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Inilah KM Rizky salah satu kapal asing yang ditangkap Polairud Polda Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN -  Aparat hukum Indonesia kembali memergoki tindakan illegal fishing yang dilakukan kapal asing.

Sabtu (14/2/2015) malam lalu, Polairud Polda Kaltim berhasil menangkap dua kapal asing jenis trawl (pukat) -- KM Wira Satria dan KM Rizky -- yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Karang Unarang, Kabupaten Nunukan.

Dari hasil penangkapan ini diamankan empat orang, terdiri dari JN dan RS sebagai nakhoda serta MS dan AG sebagai anak buah kapal (ABK). Petugas juga menyita barang bukti berupa dua nomor register kapal, bendera Malaysia dan Indonesia, dua perangkat global positioning system (GPS) sebagai penunjuk arah, sebuah ponsel, alat tangkap berupa pukat/jala, 200 kilogram udang dari KM Wira Satria dan 100 gram ikan dari KM Rizky.

Modus yang digunakan dua kapal asing ini untuk mengelabui petuga saat melakukan patroli di laut adalah dengan menggunakan dua bendera Malaysia dan Indonesia. Ketika melakukan illegal fisihing di Indonesia, empat orang ini memasang bendera Indonesia. Saat berada di Tawau bendera ditukar dengan menggunakan bendera Malaysia. (BACA: Susi Pudjiastuti: Di Papua, Kapal Asing Bawa Tanduk Rusa dan Kulit Buaya)

Direktorat Polairud Polda Kaltim, Kombes Yasin Kosasih, mengungkapkan, ketika petugasnya melakukan patroli melihat dua kapal yang sedang melakukan penangkapan ikan di perairan Karang Unarang.

"Melihat ini anggota langsung mendekati dua kapal ini dan memeriksa dokumennya. Ternyata pengakuan dari nahkoda mereka tidak memiliki dokumen berupa Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Mereka hanya memiliki surat exit permit yang dikeluarkan oleh kepolisian Tawau, Malaysia. Artinya kapal ini boleh keluar masuk," ungkapnya, saat melakukan jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Kantor Polairud Tarakan Juata Laut, Selasa (17/2/2015).

Yasin mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyidikan terhadap dua kapal asing ini. Bahkan untuk penyidikan ini Polairud Polda Kaltim membawa petugas penyidik langsung dari Balikpapan. (BACA: Gerindra Tantang Jokowi Tenggelamkan Kapal Asing di Nunukan)

"Hari ini (kemarin) kami lakukan pemeriksaan terhadap nakhoda dan anak buah kapal. Kami menduga pembiayaan operasional ini dibiayai orang Malaysia. Sebab dari salah satu ABK mengaku, sebelum melakukan penangkapan ikan, mereka baru saja keluar dari Tawau. Tidak menutup kemungkinan juragan atau bos mereka ini dari Malaysia," ungkapnya, kemarin.

Menurut Yasin, melihat kualitas udang dan ikan yang ditangkap dua kapal asing ini, pihaknya menduga udang dan ikan akan dibawa ke Tawau untuk dijual."Kalau melihat hasil udang dan ikannya yang berkualitas baik ini, akan dibawa ke Tawau. Bahkan dengan hasil tangkapan ini kami menduga mereka sudah sering kali melakukan illegal fishing di Karang Unarang," ucapnya.

Yasin mengungkapkan, empat orang nelayan yang berasal dari Mamuju, Sulewesi Barat, tersebut akan dikenai Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda Rp 2 miliar.

"Perkara ini akan kita bawa ke kantor pengadilan untuk diadili. Nantinya setelah ada putusan dari pengadilan dua kapal ini akan kita disposal atau dieksekusi dengan cara ditenggelamkan. Tentunya untuk disposal ini kami akan koordinasikan kembali. Kami berharap saat kapal ini ditenggelamkan, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti dapat hadir menyaksikannya," ungkapnya. (BACA: Di Tarakan Jokowi Saksikan Penenggelaman 5 Kapal Asing)

Lantas, bagaimana dengan hasil tangkapan udang dan ikan?
"Kami akan segera melelang udang dan ikan ini. Sebab kalau disimpan terlalu lama di atas kapal kami khawatir akan membusuk. Hanya sebagian udang dan ikan saja yang akan kami ambil untuk barang bukti. Sedangkan sisanya kami lelang di Polairud Tarakan," ucapnya.

Yasin berharap penenggelaman kapal asing membuat efek jera para pelaku illegal fishing yang selama ini menangkap ikan di perairan Indonesia Harapan kita ada efek jeranya, apalagi Kaltara ini berada di daerah perbatasan," katanya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved