Profil

Sisca, Gadis Samarinda Pengagum Steve Jobs yang Hobi Berjualan

Bagi lulusan Monash University Melbourne Australia ini, sisi perjuangan Steve Jobs merupakan nilai tambah yang menjadi motivasi bekerja

Sisca, Gadis Samarinda Pengagum Steve Jobs yang Hobi Berjualan
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO
Fransisca Wijaya (kiri,baju merah) bersama Claudia sebagai founder penyelenggara even Fascinating Summmerinda pekan lalu 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Fransisca Wijaya (20) atau yang akrab dipanggil Sisca, sejak SD telah diajari ibunya berbisnis. Aktivitas berjualan terus digelutinya hingga sekarang. Gadis muda warga Jalan Banda, Kelurahan Sungai Karang Mumus, Samarinda Ilir, Kalimantan Timur ini bahkan mengaku dunia bisnis sudah menjadi hobi.

“Saya pernah jualan stiker, saya rajin cari duit, tidak malu bahkan saya menjadikan jualan sebagai hobi karena bisa untuk menabung,” ujarnya kepada TRIBUNKALTIM.CO, Selasa (17/2/2015).

Baru-baru ini Sisca mewujudkan hobinya jualan melalui even pameran Fascinating Summerinda yang diselenggarakan pekan lalu (12-15 Februari 2015) di lapangan Parkir GOR Segiri. Pameran itu sukses mendapat perhatian masyarakat luas. (BACA: Penyandang Difabel Ini Bingung ke Toilet GOR Segiri Samarinda)

“Berkat pengalaman diajari orang tua terutama Mama, saya suka digelari teman-teman sekolah gila jualan. Tapi saya terima dengan pikiran positif,” katanya.

Dalam waktu tiga bulan ke depan, Sisca bersama Market Evenue Event Organizer akan berkeliling Indonesia bersama tiga teman dari Jakarta yakni Claudia(20), Jason(22) dan Brian (21) menyelenggarakan pameran serupa dengan konsep kultur dan modern mengenalkan produk-produk Indonesia.

Selain hobi jualan, Sisca ternyata juga hobi mengoleksi gadget jenis iPhone.

“Saya koleksi barang elektronik gadget dan menyukai produk yang dibuat mendiang Steve Jobs, yang tak lain merupakan tokoh pebisnis panutan saya. Saya suka produk Apple dan suka Steve Jobs. Semua produk saya mulai dari Apple Macbook, iphone , iTouch, iPad, iMac, kualitasnya mudah digunakan,” bebernya.

Bagi lulusan Monash University Melbourne Australia ini, sisi perjuangan Steve Jobs merupakan nilai tambah yang menjadi motivasi bekerja, berikut pelajaran dari Ibunya Elis Taslim dan dukungan Sang Ayah Jemmy Wijaya, serta ketiga saudara kandungnya untuk tidak pantang menyerah. (BACA: 10 Karya Terpenting Steve Jobs)

“Steve pertama mendirikan Apple ditolak dimana-mana dan diplagiat oleh Bill Gates. Riwayat karir bisnisnya menanjak kemudian bangkrut, naik, lalu menanjak lagi. Karirnya bagus, nggak pantang menyerah,” kata jebolan Ilmu Komunikasi Bisnis Public Relation (PR) dan Marketing ini.

Di tengah perayaan Imlek, Tahun Baru Kambing 2566, Sisca mengutarakan harapannya bisa membagi rezeki kepada masyarakat yang kurang mampu serta memberi kebahagian untuk keluarga. (*)

Penulis: Nevrianto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved