Perbankan

Presiden Jokowi Minta Pertahankan Inflasi Supaya BI Rate Turun

Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini pemerintah berusaha menjaga agar tingkat inflasi tetap rendah.

Presiden Jokowi Minta Pertahankan Inflasi Supaya BI Rate Turun
Kompas.com/SABRINA ASRIL
Presiden RI Joko Widodo 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan, saat ini pemerintah berusaha menjaga agar tingkat inflasi tetap rendah. Dia menilai apabila deflasi sebesar 0,24 persen yang terjadi pada bulan Januari bisa bertahan di bulan-bulan berikutnya, maka BI Rate bisa disesuaikan.

"Kita harus melihat kemarin Januari sudah deflasi. Nanti kalau berulang terus, Februari, Maret, itu bisa di bawah 4, gampang menurunkan interest rate-nya," kata Jokowi saat bersantai dengan wartawan di Jakarta, Rabu (25/2/2015).

Oleh karena itu, Jokowi menyatakan saat ini tugas Bank Indonesia dan juga pemerintah adalah menekan inflasi serendah-rendahnya. Sehingga BI Rate pada bulan Februari 2015 sebesar 7,5 persen bisa turun di bulan berikutnya.

Soal pertemuannya dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo tadi pagi, Jokowi mengaku bahwa pertemuan itu adalah hal yang rutin dilakukannya setiap bulan. Dia pun menampik bahwa pertemuan itu adalah bentuk intervensi pemerintah terhadap BI. (BACA: Rupiah Menunggu Pengumuman BI Rate)

"Apa intervensi kita? Enggak boleh intervensi. Bahwa kita mendiskusikan masalah keuangan global. Gubernur BI menanyakan masalah kebijakan-kebijakan fiskal kita seperti apa, ya itu kan akan berpengaruh juga pada kebijakan BI," ucap Jokowi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga konsumen pada Januari 2015 mengalami deflasi sebesar 0,24 persen. Inflasi dari tahun ke tahun tercatat 6,96 persen. Inflasi inti Januari 2015 sebesar 0,61 persen dan inflasi inti tahun ke tahun sebesar 4,99 persen.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap agar suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate dapat kembali diturunkan. Tingginya BI Rate, menurut JK, menjadi penyebab kinerja investasi melambat. (Sabrina Asril)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved