Blok Mahakam
Usai Terapi Awang Temui JK
Wakil Gubernur Provinsi Kaltim HM Mukmin Faisyal HP saat dikonfirmasi membenarkan rencana pertemuan Gubernur Awang dengan Wakil Presiden
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Provinsi Kaltim Awang Faroek Ishak usai menjalani terapi di Ciater, Jawa Barat dijadwalkan bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (2/3/2015) ini. Kabarnya pertemuan itu akan membahas hak partisipasi atau Participating Interest (PI) Blok Mahakam dan terkait tuntutan Otonomi Khusus Provinsi Kaltim.
Hal itu terungkap saat puteri Gubernur Kaltim, Dayang Donna Walfiares Tania berbicara dengan Tribun Kaltim di sela-sela ulang tahun putrinya, Fionalita Aifa di rumah jabatan Gubernur di Lamin Etam, Jalan Gajah Mada, Samarinda. Awang, kata dia, tidak hadir merayakan ultah cucunya.
"Papa lagi terapi di Ciater (Jawa Barat) dari kemarin. Kan beberapa hari lalu ada acara di Jakarta (Musrenbangnas Kalimantan). Papa lanjut ke Ciater untuk terapi rutin. Jadi dia tidak bisa datang di ultah Fiona. Besok, dia (Gubernur Awang) ada acara dengan kepresidenan di Jakarta. Supaya tidak bolak-balik, setelah terapi di Ciater besok langsung ke Jakarta," tutur Dayang Donna kepada Tribun, Minggu (1/3/2015).
Terpisah, Wakil Gubernur Provinsi Kaltim HM Mukmin Faisyal HP saat dikonfirmasi membenarkan rencana pertemuan Gubernur Awang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Agenda pertemuan masih menunggu konfirmasi dari staf kepresidenan. "Kita masih menunggu kabar dari staf kepresidenan, terkait jam dan tempat pertemuan," kata Mukmin.
Menurut dia, pertemuan tersebut hasil tindaklanjut pertemuan Ketua DPRD dan Komisi II DPRD Kaltim dengan Kementerian ESDM di Jakarta dua pekan lalu. Dalam pertemuan itu, hadir pula Plt Sekprov Rusmadi didampingi Kadistamben Amrullah dan Direktur Utama PT Migas Mandiri Pratama Sofyan Helmi.
"Jadi kita diundang oleh Pak JK membahas soal PI (Participating Interest) Blok Mahakam. Itu tindaklanjut dari pertemuan kita dengan Menteri ESDM (Sudirman Said) beberapa minggu lalu," ujarnya.
Dalam pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla, lanjut Mukmin, Gubernur ditemani Ketua DPRD Syahrun, Plt Sekprov Rusmadi dan beberapa pejabat inti lainnya.
Untuk diketahui, kontrak kerja sama Blok Mahakam dengan Total E&P Indonesie akan berakhir pada 2017 setelah berjalan 50 tahun. Kontrak pertama diteken 31 Maret 1967 dengan jangka waktu selama 30 tahun. Pada 31 Maret 1997 diperpanjang lagi selama 20 tahun dan akan berakhir 30 Maret 2017.
Mukmin menambahkan, Pertamina melalui Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan menyerahkan proposal pengelolaan Blok Mahakam paling lambat akhir Februari 2015. Dia menyebut Pertamina berniat untuk mengambil 100 persen pengelolaan blok tersebut.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, dia memperkirakan Pertamina membutuhkan dana hingga US$ 1 miliar atau sekitar Rp 12,6 triliun. Cadangan gas terbukti di blok yang terletak di wilayah Kukar, Kaltim itu diperkirakan mencapai 2 triliun kaki kubik (tcf) pada 2017. (*)