Arkeologi

Makam Pengeran Celtic di Prancis Punya Harta Karun Menakjubkan

Lembaga Peneliti Prancis berhasil menemukan harta karun menakjubkan seorang Pangeran Celtic yang dikubur bersama keretanya, di Lavau, Perancis.

Makam Pengeran Celtic di Prancis Punya Harta Karun Menakjubkan - celtic1.jpg
dailymail.co.uk
INILAH makam seorang Pangeran Celtic penuh artefak Yunani dan Etruscan kuno, di zona bisnis pinggiran Lavau di wilayah Champagne Perancis. Pangeran itu diduga dimakamkan bersama keretanya di pusat gundukan besar, 130 kaki (40 meter) pada abad 5 semebelum masehi. Juga ditemukan kuali perunggu besar berhias untuk menyimpan anggur. Benda kuno ini memiliki empat hiasan menggambarkan dewa Yunani Acheloos (kanan atas). Juga ditemukan kendi anggur keramik yang dibuat oleh orang-orang Yunani (kanan bawah).
Makam Pengeran Celtic di Prancis Punya Harta Karun Menakjubkan - celtic2.jpg
dailymail.co.uk
Penemuan terbesar di situs itu adalah kuali anggur besar. Pada pegangan kuali bergambar Dewa Yunani, Acheloos, yaitu Dewa Sungai ditunjukkan dengan tanduk, jenggot, telinga banteng dan tiga kumis.
Makam Pengeran Celtic di Prancis Punya Harta Karun Menakjubkan - celtic3.jpg
dailymail.co.uk
Inilah situs tempat peguburan seorang pangeran Zaman Besi Celtic yang dimakamkan bersama keretanya di wilayah Champagne Perancis, menurut Lembaga Riset Nasional Arkeologi (Inrap)

SEBUAH tim dari Lembaga Peneliti Arkeologi Nasional Prancis (Inrap) telah menggali situs sejak Oktober 2014 tahun lalu. Mereka baru-baru ini menemukan sebuah situs bukti peninggalan akhir Pertama Zaman Besi, periode ini ditandai oleh meluasnya penggunaan logam.

Lewat menemuan ini para peneliti bisa menjelaskan perdagangan Eropa pada Zaman Besi, peneliti mengatakan seperti ditulis dalam situs dailymail.co.uk, 8 Maret 2015 kemarin.

Situs itu digali dari sebuah tanah gundukan pemakaman diperkirakan berusia 2.500 tahun, disitu terdapat ruang pemakaman seluas 14 meter persegi, belum dibuka. Dikmungkinan sebagai bagian sebuah kerajaan kuno.

"Ini mungkin seorang pamakaman Pangeran Celtic lokal," kata Presiden Inrap, Dominique Garcia wartawan pada kunjungan lapangan. Yang paling menarik menemukan, katanya, adalah penemuan kuali perunggu besar berhias untuk menyimpan cairan anggur. Tampaknya benda itu merupakan hasil kerajinan para perajin Etruscan, sebuah wilayah yang saat ini menjadi bagian Italia.

Kuali cekung itu memiliki empat menangani melingkar dihiasi dengan kepala perunggu yang menggambarkan dewa Yunani Acheloos. Dewa Sungai, ditunjukkan dengan tanduk, jenggot, telinga banteng dan tiga kumis. Ada deelapan kepala singa betina menghiasi tepi kawah. Makam berisi kendi anggur keramik yang dibuat oleh orang-orang Yunani.

Dekorasi di kapal mengungkapkan Dewa Dionysus, berbaring di bawah pohon anggur dan menghadapi seorang wanita. Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa sebuah roda besi, dari kereta dikuburkan bersama sang pangeran.

Penemuan lain yang menarik adalah sendok perak berlubang merupakan bagian dari peralatan perjamuan, mungkin untuk menyaring anggur. "Potongan-potongan 'adalah bukti dari pertukaran yang terjadi antara Laut Tengah dan Celtic, "kata Garcia.

Inrap mengatakan ruang pemakaman adalah salah satu yang terbesar yang tercatat untuk periode ini. Akhir keenam dan awal abad kelima SM yang ditandai dengan munculnya negara kota Etruscan dan Yunani, serta Marseilles di Perancis Selatan.

Pedagang Mediterania, mencari budak, logam dan barang berharga lainnya, membuka jalur perdagangan dengan benua Celtic.

Bangsa Celtic mendapatkan benda berharga asal Yunani dan Etruscan sebagai akibat dari perdagangan. Telah banyak ditemukan di gundukan lain di Heuneburg dan Hochdorf di Jerman. Para peneliti mengatakan penggalian di situs tersebut akan selesai pada akhir bulan ini. (priyo suwarno)

Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved