Dua Desa di Long Pahangai Kekurangan Beras

Dua kampung tersebut, tercatat sebagai desa yang mengalami gagal panen akibat lahan padinya terendam banjir beberapa pekan lalu.

Dua Desa di Long Pahangai Kekurangan Beras
Tribun Kaltim/Nevrianto
Penjual beras di Pasar Segiri, Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Camat Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Valentina menyebutkan dua kampung atau desa Datah Naha dan Lirung Ubing, mengalami kekurangan pasokan beras. Dua kampung tersebut, tercatat sebagai desa yang mengalami gagal panen akibat lahan padinya terendam banjir beberapa pekan lalu.

Valentina yang dihubungi langsung Kabid Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha, Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kaltim, Husaini, Senin (9/3/2015) siang, menyampaikan laporan dua kampung atau desa mengalami kekurangan beras. (BACA: Operasi Pasar, 610 Kg Beras Ludes)

"Yang sudah tercatat di kecamatan saya, ada dua kampung. Kampung Datah Naha dan Lirung Ubing yang yang sudah melaporkan ke kecamatan. Mereka punya lahan sawah yang gagal panen. Jadi tidak punya beras," kata Valentina, via ponsel kepada Husaini.

Dua desa tersebut, lanjut Valentina, diperkirakan terdapat sekitar 200 kepala keluarga. "Satu desa itu, jumlah penduduknya sekitar 100 desa. Itu daesa dekat pinggir sungai. Jadi lahan pertaniannya terendam," ungkapnya. (BACA: Pedagang Beras Nakal Manfaatkan Bencana Banjir)

Ia menambahkan, warga desa Datah Naha dan Lirung Ubing yang kekurangan beras, melaporkan ke kecamatan sejak pekan lalu. "Mereka tidak memiliki persediaan. Untuk beli beras, harganya mahal," tutur Valentina. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved