Breaking News:

15 Negara akan Ramaikan Perhelatan Erau 2015

Sebanyak 15 negara anggota CIOFF bakal meramaikan Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF) yang digelar pada 6-14 Juni 2015 mendatang.

Tribun Kaltim/Rahmad Taufik
Penari Thailand ikut berpartisipasi memeriahkan acara pembukaan Festival Erau 2013 di Stadion Rondong Demang. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Perhelatan Erau tahun ini bakal sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebanyak 15 negara anggota International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Art (CIOFF) bakal meramaikan Erau International Folklore and Art Festival (EIFAF) yang digelar pada 6-14 Juni 2015 mendatang. Tahun sebelumnya, EIFAF diikuti 10 negara.

Beberapa negara sudah mengonfirmasi kedatangan mereka, seperti Hongaria, Estonia, Polandia, Latvia, Italia, Bulgaria, Rusia, Turki, Afrika Selatan, Hawai, Slovenia dan Mesir. "Kita masih menunggu jadwal dari tiga negara lainnya," ujar Sri Wahyuni, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar, Selasa (10/3).

Paling sedikit, peserta dari mancanegara mengirimkan tim dengan jumlah 2 orang. Hongaria mengirimkan 32 orang. Sedangkan negara lainnya berkisar 15-25 orang.

Mereka juga diagendakan untuk mengunjungi Desa Wisata Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu. Mereka akan melihat suasana alam pedesaan yang asri dengan hamparan sawah yang hijau.

"Nanti mereka bisa menanam padi di tengah lumpur, menangkap ikan, tapi perwakilan saja. Kami memberi keleluasaan bagi peserta folklore untuk mencoba itu," tuturnya.

Peserta mancanegara ini juga diajak main olahraga tradisional, seperti bakiak, egrang, belogo, gasing dan menyumpit. Peserta antar negara akan ditandingkan. Permainan tradisional yang melibatkan peserta EIFAF dari mancanegara ini digelar di halaman kantor desa selama satu hari.

Jika tahun ini pendopo di belakang museum sudah rampung oleh Dinas PU, maka acara Bepelas bisa digelar di Balai Agung Panca Persada. Sri berharap bangunan pendopo ini bisa diresmikan sebelum Erau. Selama ini acara bepelas digelar di keraton atau dalam Museum Mulawarman yang kapasitasnya terbatas. Padahal warga juga ingin menyaksikan upacara adat Erau tersebut, sedangkan ruang gerak terbatas.

"Sultan sudah setuju jika acara bepelas nanti digelar Balai Agung Panca Persada. Lokasi ini pernah digunakan saat acara Haul Sultan Sulaiman pernah digunakan. Tapi untuk Bepelas, kita perlu menyiapkan singgasana serta syarat-syarat kelengkapan ruang yang diperlukan," ucapnya.

Bahkan, acara kirab budaya nanti akan dikombinasikan dengan parade peserta Folklore. Dari 30 grup atau paguyuban yang mengikuti kirab budaya, ada selingan kesenian mancanegara akan ditampilkan. Peserta mancanegara akan mengikuti kirab budaya dengan turun ke jalanan.(tribunkaltim)

Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved