Breaking News:

Breaking News

Breaking News - Polsek Balikpapan Utara Grebek Panti Pijat Plus

Susan (30) tak bisa mengelak setelah kepergok anggota Polsek Balikpapan Utara dalam keadaan tak berbusana sedang berduaan dengan seorang pria.

TRIBUN KALTIM/RUDY FIRMANTO
Seorang wanita pemijat saat dimintai keterangan oleh polisi.‎ 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Susan (30) tak bisa mengelak setelah kepergok anggota Polsek Balikpapan Utara dalam keadaan tak berbusana sedang berduaan dengan seorang pria di dalam bilik panti pijat.

Menurut pengakuannya, ia hanya memijat tak lebih dari yang lain bersama pelanggannya. Alasan tersebut tak membuat Polisi percaya. Bersama kedelapan temannya ia digelandang ke kantor Polisi untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Balikpapan Utara AKP H Sarbini mengatakan, kegiatan ini termasuk dalam program yang dicanangkan Kepolisian Resort Balikpapan untuk satu bulan ke depan yaitu Operasi Hajar Pekat Giat Mahakam 2015 yang salah satu targetnya memberantas penyakit masyarakat berupa praktik prostitusi terselubung. (Baca: Polsek Balikpapan Utara Tangkap Empat Pelaku Judi)

"Operasi Hajar Pekat Giat Mahakam 2015 dimulai hari ini, Selasa (10/3/2015) dan kita langsung lakukan razia tempat panti pijat yang tak memiliki izin dan disalahgunakan menjadi tempat prostitusi tersembunyi. Hari ini terbukti dari satu tempat saja kita amankan ada sembilan orang wanita pemijat dan satu kedapatan sedang bersama pria berduaan dalam keadaan tak berbusana di dalam kamar," kata Sarbini kepada TRIBUNKALTIM.CO saat ditemui, Rabu (11/3/2015).

Susan mengaku di dalam kamar tersebut tak melakukan tindakan asusila, dan soal ia yang tak berbusana hanya sebagai bentuk dari permintaan pelanggannya saja. "Hanya pijat tadi di dalam, tadi kan pelanggan saya yang minta buat gitu (telanjang) katanya biar santai saja," ujar Susan.

Tarif yang dikenakan untuk pelanggannya sekali pijat sebesar Rp 70 ribu sedangkan untuk mendapatkan pelayanan lebih, harus merogoh kocek lebih.

"Kalau ada kecocokan (harga) bisa saja (bersetubuh) biasanya saya minta Rp 250 ribu sekali gituan," ungkap Susan. (Baca: Polsek Balikpapan Utara Sita 25 Botol Miras Ilegal)

Suhartini pengelola panti Pijat Ibu Arum mengakui jika tempatnya tak memiliki izin untuk membuka usaha. Ia hanya sebagai penerus dari pengelola terdahulu.

"Dulu yang punya tempat ini Ibu Arum, semenjak beliau meninggal saya yang meneruskan, saya belum sempat mengurus izinnya," kata Suhartini. (*)

Penulis: Rudy Firmanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved