Bunker Peninggalan Perang Dunia II Boleh Dipindah, Asalkan

Ada pula Waduk Jati Gede Kabupaten Sumedang yang menegelamkan makam- makam kuno, akhirnya makam-makam kuno ini dipindahkan.

Bunker Peninggalan Perang Dunia II Boleh Dipindah, Asalkan
TRIBUN KALTIM/WAWAN PERDANA
Bunker di samping rumah Siti, dijadikan gudang penyimpanan barang bekas, Sabtu (3/1/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Rencana pemindahan bunker (tempat persembunyian) peninggalan sejarah Perang Dunia ke II yang berada di dalam area Bandara Juwata Tarakan ke Tugu Monumen 99 ini tidak melanggar aturan.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permesuman Direktorat Jenderal Kemendikbud, Hari Widianto menegaskan, pemindahan bunker ini tidak melanggar aturan, karena melihat kondisi di lapangan yang memungkinkan bunker ini dipindah.

Pasalnya pihak bandara akan melakukan pembangunan perpanjangan runway baru dan akan menerjang bunker. (Baca juga: Dua Bunker Perang Dunia II Dipindah )

Hari mencontohkan di beberapa daerah di Indonesia ada yang telah memindahkan peninggalan sejarah. Seperti Cangi Sengi di Prambanan Jawa Tengah, karena candi tergerus lahar sehingga dipindahkan.

Ada pula Waduk Jati Gede Kabupaten Sumedang yang menegelamkan makam- makam kuno, akhirnya makam-makam kuno ini dipindahkan.

Diakui Hari, sebaiknya peninggalan sejarah tidak dipindahkan sesuai aslinya. Namun demi kepentingan pembangunan dan masyarakat banyak hal ini dapat dilakukan. "Kita ini juga tidak bisa egois, jadi peninggalan sejarah dapat dipindahkan yang penting tetap mempertahankan keasliannya," ujarnya, Rabu (11/3/2015)

Penulis: Junisah
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved