Rabu, 8 April 2026

Tiap Hari Pelajar di Boyolali Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Titian

Kisah anak-anak menempuh perjalanan sulit untuk bersekolah seolah tak ada habisnya.

TRIBUN JATENG/SUHARNO
Para siswa di dua Kabupaten yakni Karanganyar dan Boyolali, Jawa Tengah harus bertaruh nyawa untuk bersekolah. 

TRIBUNKALTIM.CO, SOLO - Kisah anak-anak menempuh perjalanan sulit untuk bersekolah seolah tak ada habisnya.

Baru saja terbetik berita puluhan murid Sekolah Dasar (SD) Inpres 657 Hulo, di Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, bergelantungan pada sebuah tali kawat sepanjang 30 meter di atas Sungai Halo, kini giliran pelajar di dua kabupaten Karanganyar dan Boyolali, Jawa Tengah harus bertaruh nyawa untuk bersekolah.

Hal ini lantaran siswa yang berada di dua kabupaten ini tepatnya di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Karanganyar serta di Desa Suruh, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali harus melintasi jembatan yang kondisinya memprihatinkan.

Para siswa ini harus melintasi Sungai Pepe melalui jembatan sepanjang 50 meter yang hanya terbuat dari sebilah papan di atas saluran irigasi yang menghubungkan kedua desa ini. (Baca: Anak-anak di Kampung Jusuf Kalla Bergelantungan di Jembatan Demi ke Sekolah)

Risiko jatuh ke bawah sungai yang setinggi 25 meter dari jembatan dilalui para siswa untuk mempersingkat waktu, lantaran apabila harus memutar ke jembatan di Pasar Colomadu harus menempuh jarak delapan hingga 10 kilometer.

"Tidak takut jatuh karena sudah biasa. Tetapi ya harus hati-hati karena kalau hujan papannya licin. Kalau lewat sini jaraknya lebih dekat hanya sekitar satu kilometer," ujar Arif yang berasal dari Desa Bolon, Karanganyar yang hendak berangkat ke sekolahnya di MTS Ngemplak, Boyolali, Kamis (12/3/2015).

Hal senada juga diutarakan warga Ngemplak, Boyolali yang hendak berangkat ke sekolahnya yakni SMK YP Colomadu, Karanganyar, Dicky yang beberapa kali sering melihat orang jatuh.

"Pernah ada juga yang jatuh, dan berharap pemerintah dapat menyediakan atau memperbaiki jembatan ini," harapnya. (Suharno)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved