Setelah Kalahkan Kubu Ical, Agung Laksono Rombak Golkar Kaltim

Perombakan ini bakal dilaksanakan di hampir semua daerah, termasuk di dalamnya pengurus Golkar Kaltim dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota.

DOK/TRIBUN KALTIM
Agung Laksono 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Agung Laksono, Ketua Umum DPP Golkar versi Munas Ancol yang telah disahkan Kemenkum dan HAM, bergerak cepat. Pasca ditetapkan sebagai pemenang oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoli, kubu Agung Laksono langsung merombak kepengurusan di daerah.

Perombakan ini bakal dilaksanakan di hampir semua daerah, termasuk di dalamnya pengurus Golkar Kaltim dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota.

Informasi soal rencana perombakan kepengurusan Golkar di Kaltim disampaikan Wakil Sekjen DPP Partai Golkar versi Agung Laksono, Muhammad Ramli, saat dihubungi via telp, Kamis (12/3/2015).

"Dalam waktu dekat semua Ketua DPD I dan DPD II Golkar Kaltim, akan di-demisioner-kan. Dan selanjutnya akan ditunjuk care taker untuk menyusun pengurus baru," ujar Muhammad Ramli yang juga Koordinator Wilayah Kalimantan, DPP Golkar versi Munas Ancol. (Baca: Ketua DPD II Golkar Berau Minta Para Elite Berdamai)

Ia mengatakan, saat ini SK pemberhentian semua Ketua DPD Golkar di Kaltim sedang dibahas, termasuk nama-nama yang nantinya akan diplot jadi care taker ketua. Pun demikian, Muhammad enggan membocorkan kandidat yang diplot mengisi kursi karateker ketua DPD I dan DPD II Golkar Kaltim.

"Namanya masih kita susun. Paling lambat pekan depan penunjukan SK care taker sudah terbit," katanya.

Ditanya soal isu yang menyebutkan nama Walikota Bontang Adi Darma, sebagai kandidat DPD I Golkar Kaltim, menggantikan HM Mukmin Faisyal, Muhammad dengan tegas membantah rumor tersebut. "Tidak, nama Adi Darma tidak masuk dalam pembahasan. Tapi semua masih bergulir," ungkapnya. (Baca: Golkar Daerah Minta tak Dilibatkan soal Kisruh di Pusat)

Terkait proses penjaringan bakal calon Kepala Daerah yang sedang berlangsung di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim, Muhammad menyatakan bahwa kegiatan penjaringan tersebut dianulir. Selanjutnya, penjaringan akan dibuka kembali oleh karateker yang sudah mendapat mandat dari kepengurusan DPP Golkar yang sah. "Otomatis semua penjaringan akan dianulir. Nanti akan dilanjutkan oleh care taker yang sah," ungkapnya. (*)

Penulis: M Abduh Kuddu
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved