Waspada, ISIS Masuk ke Kalimantan, Satu Warga Telah Gabung ke Irak

"Dari informasi yang saya dapat, sudah ada orang Pontianak yang bergabung dengan ISIS di Irak," kata Cornelis.

Waspada, ISIS Masuk ke Kalimantan, Satu Warga Telah Gabung ke Irak
NBCNEWS.COM
Militan ISIS berpose dengan benderanya. Diperkirakan sudah 500 lebih warga Indonesia yang diam-diam bergabung dan berangkat ke Suriah. 

TRIBUNKALTIM.CO, PONTIANAK - Gerakan organisasi radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) kian deras merambah wilayah Indonesia. Targetnya kini tidak hanya menyasar penduduk di pulau Jawa, tapi juga mulai masuk ke Kalimantan.

Satu di antara warga Kalimantan Barat sudah berangkat ke Irak. Hal ini dibenarkan oleh Gubernur Kalbar, Cornelis, saat memberikan kata sambutan di pemberkatan Gereja Katedral St Yoseph, Pontianak, beberapa waktu lalu.

"Dari informasi yang saya dapat, sudah ada orang Pontianak yang bergabung dengan ISIS di Irak. Ini menunjukkan bahwa paham dan ideologi itu sudah masuk ke Kalbar dan perlu diwaspadai," kata Cornelis.

Cornelis menyebutkan, pemerintah Indonesia telah menyatakan ISIS bukanlah masalah agama, melainkan ideologi atau keyakinan yang dianggap bertentangan dengan ideologi Pancasila. Terkait hal tersebut, pemerintah dan negara Indonesia menolak dan tidak mengizinkan faham ISIS berkembang di Indonesia. (BACA: Wanita Kukar Ini Bawa Dua Anaknya Diduga Gabung ISIS)

"Karena tidak sesuai dengan ideologi negara Pancasila, negara kesatuan RI dan Kebhinnekaan kita di dalam negara kesatuan RI, makanya itu mesti dicegah," tambah Cornelis saat ditemui di Pendopo, Rabu (18/3/2015) malam.

Stop Press: Update Berita Eksklusif, Unik dan Menarik secara real time. Gratis kok… Cukup likes Facebook TribunKaltim.co atau follow twitter @tribunkaltim.co

Di lain kesempatan, Cornelis juga mengungkapkan hal serupa bila ada warga Kalbar yang sudah bergabung dengan ISIS.

"Orang Pontianak sudah gabung ISIS satu orang. Orangnya sudah berangkat lewat Irak, orang sini. Markasnya di Untan, dia mahasiswa," katanya saat menemui Asmadi, kakek Tina bin Mahat, seorang TKW asal Wajok, Kecamatan Siantan yang divonis bersalah karena didakwa membunuh majikannya di Pahang, Malaysia.

Dihubungi terpisah, Kapolda Brigjen Pol Arief Sulistyanto membenarkan ada informasi yang menyebutkan seorang warga Kalbar bergabung dengan ISIS di Irak. Kapolda mengatakan, info sementara warga berinisial MN tersebut berprofesi sebagai fotografer dan sempat aktif di media sosial antara lain Facebook. (BACA: Badrodin Sebut Kantong Pengikut ISIS ada di Lima Provinsi)

"Dia warga Pontianak dan kami mendapatkan info dari intelijen. Sayangnya informasi masuk, namun yang bersangkutan sudah berada di sana," kata Kapolda.

Satu di antara pegiat media sosial yang kenal mengatakan, secara style MN tak tampak beraliran keras. "Namun komentar dan status di Facebook memang mengarah," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved