Asuransi

Gratiskan Asuransi, Biar Masyarakat Rasakan Manfaatnya Dulu

Dua tahun sejak meluncurnya grand design asuransi mikro, pertumbuhan produk asuransi untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini masih suam-suam kuku.

Gratiskan Asuransi, Biar Masyarakat Rasakan Manfaatnya Dulu
KONTAN
Ilustrasi PT Asuransi Jiwasraya 

TRIBUNKALTIM.co, JAKARTA - Dua tahun sejak meluncurnya grand design asuransi mikro, pertumbuhan produk asuransi ritel untuk masyarakat berpenghasilan rendah ini masih suam-suam kuku. Padahal, pelaku industri serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mitra usaha lain terus menggemakan sosialisasi. Lantas, kenapa asuransi mikro masih kalah pamor?

Hendrisman Rahim, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya sekaligus Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) ini menilai, ada yang tidak tepat dalam pola promosi asuransi mikro sehingga pertumbuhannya lambat.

"Bayangkan, kami datang ke kampung-kampung nelayan atau petani sosialisasi asuransi mikro, lalu sekalian menjual produknya dengan harga Rp 10.000 - Rp 30.000. Beli enggak mereka? Belum tentu. Mereka bisa saja berpikir, lebih baik untuk beli sebungkus nasi atau rokok. Karena, mereka belum tahu, belum merasakan manfaat asuransi," kata Hendrisman, akhir pekan lalu. (BACA JUGA: Asosiasi Asuransi Minta Ada Dasar Hukum untuk e-Polis)

Kini, pelaku usaha asuransi mempertimbangkan memberikan asuransi mikro cuma-cuma. Strategi ini menyontek pola pemasaran kredit usaha mikro dan kecil oleh perbankan, yakni gencar menyalurkan kredit mikro tanpa tanpa memikirkan margin atau mengkhawatirkan kredit macet pada tahap awal sosialisasi.

Jiwasraya, kata Hendrisman, akan mengadopsi pola perbankan dalam melakukan sosialisasi asuransi mikro. Tahap awal, mereka akan membagi-bagikan asuransi mikro secara gratis kepada masyarakat di lumbung-lumbung kredit mikro berkembang. (BACA JUGA: Wow, Dana Kelolaan Industri Asuransi Tembus Rp 338,52 Triliun)

"Kalau sudah punya dan merasakan manfaatnya, klaim mudah. Maka, saya yakin, tahun berikutnya mereka bersedia untuk membeli asuransi mikro," terang dia.

Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved