Berita Pemkab Kutai Timur
Pantun Mugeni Hangatkan Malam Pembukaan MTQ
Pihak LPTQ juga berterimakasih kepada seluruh panita yang mendukung jalannya MTQ XI dengan lancar hingga acara penutupan.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Kutai Timur, Mugeni, di hadapan seluruh kafilah dari 18 kecamatan se-Kutai Timur pada malam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI pekan lalu, memberikan laporan terperinci mengenai pelaksanaan kegiatan akbar terkait syiar Islam di Kutim.
Dijelaskannya, kegiatan ini berdasar pada Surat Keputusan Bupati Kutim Nomor 450/4.1.01/2014 serta dari hasil Rapat Pengurus LPTQ pada 23 September 2014. Dalam kegiatan MTQ XI pada kali ini, terdapat lebih dari seribu orang qori-qoriah dari berbagai kecamatan di Kutim yang memperebutkan gelar terbaik pada ajang yang berkaitan dengan syiar Islam di daerah.
Pihak LPTQ Kabupaten telah mempersiapkan sejak lama terkait kegiatan ini. Mulai dari pemondokkan kafilah yang ditempatkan di hotel-hotel kelas bintang tiga yang ada di Sangatta Utara. Menyambut kedatangan kafilah pada 14 Maret 2015 lalu, hingga memulai verifikasi dan menetapkan keabsahan para kafilah yang mewakili berbagai kecamatan. (Baca juga: Kecamatan Sangatta Selatan Juara Umum MTQ XI Kutai Timur)
“Mulai tanggal 18 hingga 21 Maret diadakan kegiatan penyisihan dan final, dimana sesudahnya akan dilakukan pengumuman pemenang dan penutupan MTQ XI. Kami berterimakasih kepada Bupati Isran Noor dan Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman yang telah memberikan arahan dan petunjuk pada panitia secara keseluruhan sehingga acara ini mampu terlaksana dengan baik," ungkap Mugeni.
Pihak LPTQ juga berterimakasih kepada seluruh panita yang mendukung jalannya MTQ XI dengan lancar hingga acara penutupan. Tidak lupa pula kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD), serta seluruh elemen masyarakat yang ikut serta memeriahkan ajang besar tingkat kabupaten.
Dalam kesempatan itu pula, Ketua LPTQ membacakan pantun pembuka dan pemeriah suasana. "Cikal hayati lahirnya kawan, indah terdengar di awan malam. Musabaqah ini mesti diramaikan, sebagai syiar dakwah Islam. Mendulang batu dapatnya intan, bawa berlari di padang hutan. Orang yang selalu bersama Al-Quran, hati bersemi lapang dan matang”.
“Bila berkah bumi dan intan, maka semua menjadi kaya. Bila musabaqah kita mudahkan, nama Pak Isran tak terlupakan. Sepuluh tahun memimpin ke Kutim, kebaikan ditoreh patut dibangga, kami yang ditinggal bagaikan yatim, perlu dipimpin dan didoa," ungkap Mugeni, membacakan pantun, disambut tepuk tangan masyarakat serta Bupati dan Wakil Bupati.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kutim, Fahmi Rasyad, menyebutkan jika Al-Quran harus diamalkan setiap waktu, bukan hanya dibuka dan dikaji ketika ada ajang besar semata. Karena hal ini merupakan amalan utama yang patut diamalkan oleh setiap individu.
"Kami berharap adanya ajang MTQ kali ini, mampu dijadikan pijakan bagi lembaga pendidikan islam untuk meningkatkan semangat syiar Islam. Bahkan tidak hanya tugas dari lembaga pendidikan tetapi juga merupakan tugas dari orang tua untuk menjadikan keteladanan sebagai hal utama. Kami mengimbau kepada para ulama dan tokoh masyarakat untuk dapat meningkatkan pemahaman umat terhadap ajaran Islam," ujar Fahmi. (adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bupati-isran-noor-menerima-piala-bergilir-mtq-dari-ketua-lptq-kutim-mugeni.jpg)