Dicekal Masuk Hongkong, WNI Ini Bantah Terlibat ISIS

Ada yang ingin mengganjal acara kita agar tidak bisa masuk, agar jemaahnya terprovokasi," kata Sahal Khan, salah satu pengisi tabligh akbar dan ruqyah

Dicekal Masuk Hongkong, WNI Ini Bantah Terlibat ISIS
Reuters/Tyrone Siu/Files
Dua ahli pengobatan Nabawi asal Indonesia dicekal masuk ke Hong Kong karena dituduh terlibat kelompok ISIS. Mereka membantahnya, mengatakan itu fitnah 

TRIBUNKALTIM.CO - Dua ahli pengobatan Nabawi asal Indonesia dicekal masuk ke Hongkong karena dituduh terlibat kelompok ISIS. Namun kepada CNN Indonesia, Rabu (25/3/2015) salah seorang di antara mereka mengatakan bahwa itu adalah fitnah dari orang-orang yang mencoba menjegal acara tabligh akbar tersebut.

"Ada yang ingin mengganjal acara kita agar tidak bisa masuk, agar jemaahnya terprovokasi," kata Sahal Khan, salah satu pengisi tabligh akbar dan ruqyah yang rencananya diadakan pada Minggu (22/3/2015).[Baca: Diduga Terlibat ISIS, Hongkong Tolak Masuk Dua WNI]

Sahal menceritakan, dia dan seorang pengisi acara lainnya, Perdana Ahmad, tiba di Hong Kong pada Jumat pekan lalu (20/3). Seminggu sebelum acara itu, dia mengatakan muncul rumor tidak sedap di Hong Kong soal keterlibatan Perdana dengan kelompok ISIS.

Foto-foto Perdana yang mengenakan baju berlogo ISIS muncul ke media sosial di kalangan WNI Hong Kong. Menurut penelusuran CNN Indonesia, baju itu digunakan Perdana sebelum ISIS mendeklarasikan kekhalifahan, yaitu saat mereka tergabung dalam perlawanan terhadap rezim Bashar al-Assad di Suriah. Saat itu, atribut ISIS memang ramai dijual bebas di tanah air.

Puncak dari rumor di Hong Kong adalah munculnya selebaran undangan yang persis seperti yang disebarkan panitia, namun kali ini dengan logo ISIS di dalamnya.

Sahal mengatakan saat itu dia telah melalui pos pemeriksaan bandara, namun Perdana tertahan, setelah di bandara sekitar pukul 1 siang Jumat lalu. Satu jam kemudian, Sahal dijemput polisi dan diinterogasi.

"Akhirnya mereka memutuskan untuk memulangkan kita dan mengurus tiket pesawat ke Malaysia. Pukul 12 malam saya berangkat ke Malaysia dan 8:30 ke Jakarta," ujar Sahal yang pernah tiga kali mengisi tabligh akbar di Hong Kong.

Sahal mengatakan, dalam interogasi dan penggeledahan di bandara, aparat tidak menemukan bukti apapun keterlibatan mereka dengan kelompok ISIS. Barang bawaan mereka hanyalah buku-buku dan keperluan pribadi. "Dengan isu ISIS yang ramai saat ini, dengan fitnah sederhana seperti ini pun seseorang bisa kena," ujar Sahal.

Akibat peristiwa ini, tabligh akbar dibatalkan. Pihak panitia di Hong Kong yang merupakan pekerja migran Indonesia juga telah mengadakan konferensi pers yang mengklarifikasi soal tuduhan tersebut pada Minggu (22/3). Seluruh media Hong Kong kata Sahal telah memberitakannya dan panitia masih mencari tahu siapa yang pertama kali menyebarkan rumor tersebut.

Perdana Ahmad menolak mengomentari kasus ini saat dihubungi CNN Indonesia Selasa (24/3)

Lapor KPI

Sahal telah menekuni thibbun nabawi atau pengobatan cara Nabi sejak tahun 2004. Lulusan universitas Islam di Malaysia dan Indonesia sering dipanggil untuk mengisi tabligh akbar dan ruqyah di beberapa negara, salah satunya di Singapura dan Makau, Tiongkok.

Kendati masalah ini sudah rampung di Hong Kong, dia menyayangkan stasiun televisi yang masih memajang running text soal tuduhan ISIS terhadap dirinya dan Perdana.

Khawatir masalah ini akan berlarut-larut, Sahal melaporkan masalah ini ke Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) serta ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk meminta stasiun televisi menghapus dan mengklarifikasi tuduhan tersebut.

"Jika saya berdiam diri, banyak yang akan mengira berita itu benar. Sebelum hal buruk terjadi, saya melakukan pembelaan," kata dia. (den/CNN)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved