Kisruh Partai Golkar
Pengurus Golkar Nunukan Mengklaim hanya Loyal Kepada Partai
Ngatidjan Ahmadi mengatakan, konflik hanya terjadi ditingkat elit partai di DPP Partai Golkar.
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Meskipun pemerintah telah mengesahkan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar kubu Ketua Umum Agung Laksono, Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Nunukan hingga kini belum menentukan sikap.
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Nunukan, Ngatidjan Ahmadi mengatakan, konflik hanya terjadi ditingkat elit partai di DPP Partai Golkar. Sementara untuk kepengurusan di daerah tetap menjalankan organisasi seperti biasanya.
"Nah kalau ada yeng mengatakan loyal kemana? Kami sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Nunukan loyalnya kepada partai. Siapapun pimpinan di DPP, itu tidak masalah bagi kami,” ujarnya.
Ngatidjan mengatakan, pihaknya tidak pernah menghendaki adanya dualisme pimpinan Partai Golkar. “Kalau dualisme pimpinan berarti tidak ada semacam pimpinan partai yang punya legitimasi yang jelas. Sekarang ini dalam masalah. Konflik ini kan sudah diselesaikan secara internal. Tetapi tidak mencapai kesepakatan,” ujarnya. (BACA: Surat Caretaker Tunggu Juknis dan Juklak)
Ngatidjan justru menyayangkan karena pemerintah melakukan intervensi terhadap Partai Golkar. Padahal, semestinya jika memang diinternal partai tidak tercapai kesepakatan, penyelesaiannya melalui jalur hukum.
“Jadi saya tegaskan, untuk saat ini sebagai ketua partai saya loyalitas kepada partai. Bukan kepada oknum atau orang,” ujarnya.
Ia pun menegaskan sampai saat ini tidak ada dualisme kepengurusan Partai Golkar di Kabupaten Nunukan. “Masih solid. Kalau di pengurus kabupaten belum ada dualisme,” ujarnya. (BACA: Mau Apalagi Kalau Saya Dipecat, Saya Tidak Akan Pindah Partai)
Pihaknya akan menunggu proses yang sedang berjalan. Siapapun nantinya yang akan memimpin Partai Golkar, pihaknya tidak mempermasalahkan.
“Ini kan prosesnya masih berjalan. Pemerintah sudah mengesahkan Agung Laksono tetapi masih ada gugatan. Pihak ARB masih menggugat lagi,” ujarnya. (*)