Sabtu, 11 April 2026

Banteng Indonesia Kaltara Dideklarasikan di Pulau Sebatik

Acara deklarasi itu dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus DPD Provinsi Kalimantan Utara dan Pengurus DPC Kabupaten Nunukan

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Baru beberapa bulan terbentuk di Jakarta, Banteng Indonesia membentuk kepengurusan di Provinsi Kalimantan Utara.

Pendeklarasian organisasi kemasyarakatan di Provinsi Kalimantan Utara ini, dilakukan di Pulau Sebatik, yang terbagi antara Republik Indonesia dan Malaysia.

"Deklarasi Banteng Indonesia dilaksanakan bersamaan dengan HUT YPPAI, 29 Maret 2015 di Lapangan Sungai Nyamuk," kata Firdaus Gigo, Ketua Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indonesia (YPPAI), Selasa (31/3/2015) melalui siaran pers kepada TribunKaltim.co.

Acara deklarasi itu dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus DPD Provinsi Kalimantan Utara dan Pengurus DPC Kabupaten Nunukan oleh Ketua Umum DPP Banteng Indonesia, I Ketut Guna Artha. (BACA juga: Bandara Perintis akan Dibangun di Pulau Sebatik)

Ketua DPD Banteng Indonesia Kalimantan Utara dipercayakan kepada Mustafa, sementara Musliadi dipercaya menjabat sebagai Ketua DPC Banteng Indonesia Kabupaten Nunukan.

Ratusan warga hadir menyaksikan acara deklarasi yang semula direncanakan dihadiri Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, namun batal karena sedang menghadiri acara di Magelang. Acara itu dimeriahkan atraksi drumband dari para pelajar SMA 1 Sebatik.

Setelah sambutan disampaikan Firdaus dan Haji Herman, tokoh di Pulau Sebatik, sambutan dilanjutkan I Ketut Guna Artha.

Pada kesempatan itu dijelaskannya, reformasi belum menghasilkan pemikiran revolusioner dalam upaya melakukan pembenahan di segala aspek kehidupan. Politik hanya dimaknai sebagai kekuasaan belaka, sangat jauh dari misi-misi pelayanan bahkan ada kecenderungan melanggengkan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.

"Celakanya banyak regulasi dan kebijakan-kebijakan yang mengkhianati cita-cita para pendiri bangsa. Tengoklah toleransi keberagaman yang terusik, miskinnya ketersediaan pangan di negeri agraris, liberalisasi pendidikan yang hanya menghasilkan generasi dengan indeks prestasi namun miskin etos kerja dan rasa nasionalisme," ujarnya. (BACA juga: Jokowi Naik Motor Pantau Perbatasan Indonesia - Malaysia)

Dia mengatakan, liberalisasi hampir disemua lini kehidupan ekonomi yang menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar, pengelolaan tambang, minyak dan gas sebagai sektor energi strategis belum mampu mengangkat harkat martabat bangsa.

"Melihat fenomena yang terjadi yang berpotensi mengancam integrasi bangsa yang berdaulat maka kami membentuk Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa, Banteng Indonesia," ujarnya.

Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa Banteng Indonesia akan terus berjuang untuk menuju Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, membumikan ajaran Bung Karno untuk Indonesia yang berdaulat secara politik, berdaulat secara ekonomi dan berkepribadian dalam budaya Indonesia.

Setelah deklarasi dan pelantikan pengurus, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah titik di Pulau Sebatik seperti SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, Sungai Limau dan Patok 3 Desa Aji Kuning serta POS Angkatan Laut Sungai Pancang.

Kunjungan ini bertujuan menyaksikan langsung keadaan perbatasan termasuk titik lokasi yang pernah dikunjungi Presiden Jokowi sebelumnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved