Nabi Anjurkan untuk Tersenyum dan Mencium Anak-anak
Tsabit telah meriwayatkan dari Anas bahwa Nabi SAW mengambil putranya, Ibrahim, lalu menciumnya.
TRIBUNKALTIM.CO- NABI Muhammad SAW menyayangi anak-anak dengan senyuman, ciuman, dan menganjurkan agar para ayah menyayangi anak-anak mereka. Inilah potret keteladanan Nabi saat berinteraksi dengan anak-anak, sebagaimana dilansir Islampos.com.
Abu Hurairah berkata :
“Rasulullah bersabda, “siapa saja yang tidak mengasihi anak-anak dan tidak mengetahui hak orang-orang tua dari kalangan kami, maka ia bukan dari golongan kami.” (Baca juga: Wahai Ayah yang Super Sibuk, Mari Renungi Kisah Nyata ini)
Abu Hurairah juga berkata :
”Rasulullah mencium Al-Hasan, sedangkan di hadapan beliau saat itu ada Al-Aqra bin Habis yang sedang duduk. Al-Aqra berkata, ‘saya punya sepuluh anak, tetapi saya belum pernah mencium seorangpun di antara mereka. ‘ Rasulullah memandang ke arahnya dan bersabda, ‘barang siapa yang tidak punya rasa belas kasihan, niscaya tidak akan dikasihani’.”
Tsabit telah meriwayatkan dari Anas bahwa Nabi SAW mengambil putranya, Ibrahim, lalu mencium dan mengendusnya.
Anas berkata, “Nabi SAW adalah sosok manusia yang paling penyayang terhadap keluarga. Beliau dahulu memiliki seorang anak yang disusukan di pinggir Madinah dan ibu yang menyusui itu adalah seorang pendidik. Kami pernah mendatanginya. Ia telah mengasapi rumahnya dengan rerumputan. Maka beliau mencium dan mengendus anaknya.”
Nabi menganjurkan kepada para ayah untuk menyayangi anak-anak mereka. Di antara hadits yang menjelaskan hal ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bahwa seorang wanita datang kepada Aisyah, lalu Aisyah memberinya tiga butir kurma. Wanita itu pun memberikan kepada kedua anaknya, lalu membelah sebiji buah kurma itu menjadi dua bagian dan memberikan kepada dua anaknya itu. (Baca juga: Mengapa Anak-anak Tidak Betah Bicara via Telepon pada Ayah?)
Tidak lama kemudian Nabi datang dan Aisyah menceritakan peristiwa itu kepadanya. Maka Nabi bersabda, “mengapa kamu mesti heran dengan sikapnya? Sesungguhnya Allah telah merahmatinya berkat kasih sayangnya kepada kedua anaknya itu,”
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa seorang wanita dengan kedua anak perempuannya, dan seterusnya hingga akhir kisah. Ketika Aisyah menceritakan hal itu kepada Nabi, beliau bersabda :
“Barang siapa mendapat suatu ujian dari anak-anak perempuan ini, lalu ia tetap memperlakukan mereka dengan baik, kelak mereka akan menjadi penghalang baginya dari neraka”.
Jadi, memeluk, mencium, dan menggendong anak. Bukan hanya sekedar naluri orangtua, tapi juga bernilai ibadah. (*)
Sumber : Islamic Parenting Pendidikan Anak Metode Nabi / Syaikh Jamal Abdurrahman/ Aqwam Jembatan Ilmu.