Pilkada Nunukan

Nardi-Karel dan Laura-Faridil Bersaing Raih Satu Kursi PPP

Selain pasangan Nardi-Karel, pada hari pertama pembukaan penjaringan, juga ikut mendaftar pasangan Hajjah Asmin Laura Hafid- Faridil Murad.

Nardi-Karel dan Laura-Faridil Bersaing Raih Satu Kursi PPP
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Nunukan, Husni (kanan), Senin (6/4/2015) mengambil formulir di Sekretariat Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati- Bakal Calon Wakil Bupati Nunukan, PPP Kabupaten Nunukan. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Nardi Azis - Karel Sompotan, Senin (16/4/2016) mengambil formulir penjaringan yang dibuka Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Nunukan.

Pasangan ini didaftarkan Ashar, yang datang pukul 10.15, ke Sekretariat Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati-Bakal Calon Wakil Bupati Nunukan, DPD PPP Kabupaten Nunukan, Jalan Hasanuddin RT 12, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan. Ashar merupakan saudara kandung Nardi Azis.

Selain PPP, pasangan ini juga mengikuti penjaringan yang dibuka Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Untuk bisa diusung pada Pemilihan Umum Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah Kabupaten Nunukan, Desember 2015, pasangan ini masih membutuhkan tiga kursi. (Baca juga: Miliki 1 Kursi di DPRD, Partai ini Tetap Buka Penjaringan)

Di DPRD Kabupaten Nunukan, Partai Bulan Bintang (PBB) tempat keduanya bernaung hanya memiliki dua kursi. Untuk bisa diusung, pasangan calon harus memiliki minimal lima kursi.

Selain pasangan Nardi-Karel, pada hari pertama pembukaan penjaringan, juga ikut mendaftar pasangan Hajjah Asmin Laura Hafid- Faridil Murad. Pengambilan formulir pasangan ini diwakili Sekretaris DPC Partai Hati Nurani Rakyat Kabupaten Nunukan, Husni.

Husni datang ke sekretariat tim penjaringan pada pukul 10.51 dan diterima langsung ketua tim penjaringan, Abdul Rahman.

Rahman, usai menerima pendaftaran dua pasangan bakal calon ini mengatakan, PPP punya persyaratan khusus yang harus dipenuhi setiap bakal calon yang mengikuti penjaringan. Diantaranya, bersedia menandatangani nota kesepakatan dengan PPP.

“Jadi nota kesepakatan itu itu berisi komitmen calon mulai dari proses pendaftaran sampai dengan jika terpilih nantinya. Apa kontribusinya untuk PPP?” katanya. (Baca juga: KPU Nunukan Ngotot Ajukan Rp 47 Miliar Sudah Harga Mati)

Selain itu, setiap peserta penjaringan harus bersedia menyampaikan visi, misi, harapan, cita-cita politik dan komitmennya terhadap pembangunan daerah. “Serta komitmen terhadap partai politik,” ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved