Breaking News
Minggu, 17 Mei 2026

Kisah Perias Jenazah

Korban Pembunuhan Dirias Agar Tetap Tersenyum (1)

Akibat terlalu banyak luka di tubuh dan wajah, proses merias menjadi lebih sulit.

Tayang:
Penulis: Doan E Pardede |
TRIBUN KALTIM / DOAN PARDEDE
Agustinus Bayuaji, perias jenazah dari Yayasan Kasimo Balikpapan. Hingga kini Agustinus sudah menangani sekitar 3.000 jenazah dengan berbagai kondisi 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Berbicara kematian dan jenazah bagi sebagian orang adalah hal menyeramkan.

Namun tidak demikian dengan Agustinus Bayuaji, perias jenazah dari Yayasan Kasimo Balikpapan.

Sejak berdiri tahun 1989, Agustinus sudah menangani sekitar 3.000 jenazah dengan berbagai kondisi.

Pengalaman yang tidak terlupakan, kata Agustinus, ketika merias jenazah wanita korban pembunuhan di satu perumahan di Balikpapan.

Akibat terlalu banyak luka di tubuh dan wajah, proses merias menjadi lebih sulit.

Menurutnya, hal terpenting harus bisa membuat wajah jenazah tersenyum seperti apapun kondisinya.

Tujuannya, agar duka keluarga yang ditinggalkan atas kematian tak wajar tersebut tidak bertambah.

(Lihat juga: VIDEO - Detik-detik Mobil Polisi Tabrak Perampok Bersenjata )

Agustinus mengisahkan, pernah ada jenazah korban kecelakaan kerja yang hampir seluruh bagian tubuhnya rusak dan tercerai-berai.

Untuk mengumpulkan, menyatukan, dan membentuk kembali tubuh jenazah membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra.

"Bagaimana kita memasukkan formalin, membuat jenazah tersenyum. Pada dasarnya ada pijatan-pijatan juga di wajah, sehingga dia tampak tersenyum," kata pria berusia 32 tahun ini saat ditemui di kediamannya, seputaran Gunung Samarinda, belum lama ini. (*)

Apa saja pengalaman dialami perias jenazah selama menangani 3.000 jenazah. Baca selengkapnya edisi cetak TRIBUN KALTIM, Kamis (16/4/2015).

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved