Sinopsis Film

Filosofi Kopi: Hidup Ini Indah Begini Adanya

Jody (Rio Dewanto) pemilik Kedai Filosofi Kopi harus berjuang membayar utang mendiang ayahnya hingga miliaran rupiah.

Filosofi Kopi: Hidup Ini Indah Begini Adanya
YOUTUBE

TRIBUNKALTIM.CO - NGOPI bukan lagi ciri khas bapak-bapak atau tukang becak di warung-warung. Ngopi sudah jadi gaya hidup dan bagian dari kekinian. Kafe kopi kelas dunia, nasional, atau lokal kini bertumbuh. Peminatnya juga bukan hanya laki-laki, tetapi juga kaum hawa. Buat pecinta kopi, film Filosofi Kopi ini bisa jadi tontonan menarik, menghibur dan menginspirasi.

Film ini berdasarkan buku fiksi dengan judul yang sama Filosofi Kopi (1996), karya Dewi Lestari (Dee). Film ini disutradarai Angga Dwimas Sangsoko. (BACA: Film Sejarah dengan Tafsir Baru)

Jody (Rio Dewanto) pemilik Kedai Filosofi Kopi harus berjuang membayar utang mendiang ayahnya hingga miliaran rupiah. Jody, lulusan perguruan tinggi di luar negeri, bertugas sebagai kasir di kedai miliknya tersebut. Ben (Chicco Jericho) seorang barista andal sekaligus sahabat Jody turut mencari cara untuk melunasi utang ayah Jody.

Ben memberikan sebuah deskripsi singkat mengenai filosofi kopi dari setiap ramuan kopi yang disuguhkannya di kedai tersebut. Kedai tersebut menjadi sangat ramai dan penuh pengunjung. Suatu hari, seorang pria kaya menantang Ben untuk membuat sebuah ramuan kopi yang apabila diminum akan membuat kita menahan napas saking takjubnya, dan cuma bisa berkata: hidup ini sempurna.

Setelah dua minggu, Ben berhasil membuatnya. Ramuan kopi yang disebut Ben's Perfecto tersebut menjadi yang minuman terenak. Ben merasa kopi racikannya tidak ada yang mengalahkan se-Indonesia.

Hingga datang El (Julie Estelle) yang mengatakan bahwa rasa kopi tersebut hanya "lumayan enak" dibandingkan kopi yang pernah dicicipinya di suatu lokasi di Jawa Tengah, yakni kopi tiwus.
Ben dan Jody yang penasaran langsung menuju lokasi tersebut dan mereka menemukan secangkir kopi tiwus yang disuguhkan oleh Pak Seno, pemilik warung reyot di daerah tersebut.

Ben dan Jody meminum kopi tersebut tanpa berbicara sedikitpun, dan hanya meneguk serta menerima tuangan kopi yang disuguhkan oleh pemilik warung tersebut. Kopi tersebut memiliki rasa yang sempurna dan ada cerita serta filosofi yang menarik dari kopi tersebut. (BACA: Senyum Terakhir Paul Walker di Fast and Furious 7)

Ben yang merasa gagal kembali ke Jakarta dan putus asa. Untuk mencari tahu cara menghibur temannya, Jody kembali menemui Pak Seno. Biji kopi tiwus akhirnya dibeli Jody. Setelah sebelumnya mendengar kisah di balik kopi tiwus ini. Tiwus merupakan anak semata wayang Seno yang suka sekali bermain di kebun kopi. Tiwus akhirnya meninggal karena wabah penyakit yang menyerang desanya. Mulai dari situ, Pak Seno kemudia memberi nama

Tiwus untuk tanaman kopinya. Ia merawat tanaman kopi dengan penuh cinta dan kasih sayang layaknya Tiwus ketika masih hidup.

Sepulangnya dari sana, dia menghidangkan Ben segelas Kopi Tiwus. Bersamaan dengan kopi tersebut, dia memberikan sebuah kartu bertuliskan "Kopi yang Anda minum hari ini Adalah: "Kopi Tiwus. Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya." Ben akhirnya menyadari bahwa ia membuat kopi berdasarkan obsesi tidak dengan hati.
Film drama dengan durasi 117 menit itu bisa jadi referensi menarik buat para penggemar kopi dan tentu saja pecinta film.(*)

Filosofi Kopi
Genre : Drama
Studio : Visinema Pictures
Sutradara : Angga Dwimas Sasongko
Produser : Anggia Kharisma, Handoko Hendroyono, Glenn Fredly
Penulis Naskah : Jenny Jusuf
Pemain: Chico Jericho, Rio Dewanto, Julie Estelle, Slamet Rahardjo, Jajang C. Noer, Baim Wong, Joko Anwar, Tara Basro

Penulis: Ade Miranti
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved