Sabtu, 6 Juni 2026

Pusamania Borneo FC

Kasus Suap Mafia Bola Johan Ibo Dibuka Kembali Polisi

Polwiltabes Surabaya yang sempat menutup kasus ini kembali melanjutkan penyelidikan, dan memanggil manejemen PBFC.

Tayang:
Penulis: Januar Alamijaya |
Surya
Presiden Klub Pusamania Borneo Football Club Nabil Husein Said Amin (kanan) ikut menginterogasi mafia bola Johan Ibo (tengah/botak). Johan yang mantan pesepakbola Persebaya Surabaya dan Arema Indonesia itu berusaha menyuap tiga pemain Persebaya agar kalah saat melawan Persebaya, di Surabaya, Rabu (8/4/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus mafia bola dalam upaya penyuapan yang melibatkan mantan pemain nasional Johan Ibo, ternyata belum berakhir.

Polwiltabes Surabaya yang sempat menutup kasus ini, kini kembali melanjutkan penyelidikan.

Langkah untuk membuka kembali kasus ini dilakukan dengan memanggil manajemen Pusamania Borneo FC (PBFC) yang melaporkan adanya upaya penyuapan kepada pemainnya tersebut untuk menjadi saksi dalam kasus ini. (Baca juga: Kasus Johan Ibo Dilimpahkan ke PSSI)

INTEROGASI - Johan Ibo (baju merah) saat diinterogasi oleh pengurus Pusamania Borneo FC, di Hotel Inna Simpang, Jl. Gubernur Suryo 1 - 3, Surabaya. (Haorrahman/Surya)

Dalam kasus ini, Manajer PBFC, Dandri Dauri, mengatakan pihaknya telah menerima salinan surat elektronik yang dikirimkan oleh Polwiltabes Surabaya untuk datang pada tangal 27 April nanti, guna didengar keterangannya terkait dengan terungkapnya skandal pengaturan skor dan penyuapan yang dilakukan oleh mafia judi dan melibatkan Johan Ibo.

Selain Dandri, jajaran Polwiltabes Surabaya juga memanggail Okto Maniani dan Erick Weeks Lewis, dua pemain yang sebelumnya sempat mendapat tawaran dari Johan Ibo untuk mengalah dalam pertandingan ketika menghadapi Persebaya Surabaya.

"Tanggal 27 saya dipanggil dan diperiksa sama Polwiltabes Surabaya. Termasuk juga Erick Weeks dan Okto Maniani," katanya. Rabu (22/4/2015).

(Baca juga: Atasan Johan Ibo Ternyata Mantan Pemain Bola Juga)

Sebelumnya, meskipun telah tertangkap tangan hendak meyuap pemain PBFC, namun Polwilatbes Surabaya melepaskan kembali Johan Ibo, karena dianggap tak ada pasal yang bisa menjeratnya.

Manajer Pusamania Borneo FC (PBFC), Dandri Dauri, urung melaksanakan niatnya mendatangi Kantor Polwiltabes Surabaya untuk memberikan keterangan tekait upaya suap yang dilakukan oleh mantan pemain nasional, Johan Ibo yang tertangkap hendak menyuap pemainnya.

Padahal berdasarkan skenario awal, ia dan dua pemain lainnya masing-masing, Okto Maniani dan Erick Weeks, sebenarnya sudah berniat untuk mendatangi Kantor Polwiltabes Surabaya pada Kamis (9/4/2015) guna membantu aparat Kepolisian mengsut tuntas kasus ini.

Apalagi ketiganya sengaja tak ikut pulang bersama rombongan pemain PBFC lainnya yang sudah check out dari Hotel Inna Simpang sejak subuh untuk mengejar penerbangan pagi di bandara.

Namun semua rencana itu akhirnya buyar ketika ia membaca berita di salah satu media pada pagi harinya yang memberitakan jika Johan Ibo sudah dibebaskan oleh aparat kepolisian.

Polisi menilai tak cukup bukti yang menguatkan jika mantan pemain Persiba Bantul itu terlibat dalam penyuapan.

Dandri yang pada sore harinya mengaku sudah berada di Bandara Sultan AM Sulaiman Sepinggan Balikpapan, mengatakan, tindakan yang dilakukan Kepolisian membuat dirinya cukup kaget sekaligus kecewa

"Terntu saja ini membawa kekecewaan karena penipu yang saya tangkap ternyata dibebaskan oleh Kepolisian," katanya.

Berduel Lawan Manajer Klub

Mafia sepak bola tertangkap tangan saat berusaha menyuap pemain Pusam Borneo FC, Selasa (7/4/2015) malam. Yang mengejutkan, ternyata mafia tersebut adalah

Mantan pemain Persebaya Surabaya dan Arema Indonesia (LPI) Johan Ibo melakukan tindakan tidak terpuji. Ia ditangkap pengurus Pusammania Borneo Football Club (PBFC) di restoran cepat saji McD Basuki Rahmat Surabaya, Jawa Timur, sekitar pukul 22.00 Wita. Bahkan sempat terjadi perkelahian antara pengurus PBFC lawan Johan Ibo.

"Saya sempat kena pukul, jadi kami lakukan perlawanan," kata Manajer Pusam Borneo, Dandri Dauri kepada Surya, Tribun Network di Surabaya.

Akhirnya Johan Ibo berhasil ditangkap manajemen PBFC, dan dibawa ke Hotel Ina Simpang, tempat tim Pesut Etam menginap selama di Surabaya. Johan pun diinterogasi.Johan Ibo

Johan Ibo lahir di Atamali, Papua tanggal 19 September 1985. Ia pesepakbola yang pernah bermain di Arema Indonesia (ISL). Ia berposisi bek sayap. Johan juga pernah memperkuat Pelita Jaya FC, Persebaya dan Persiba Bantul.

Menurut Dandri, ternyata tidak hanya Johan Ibo yang berusaha menyuap pemain Pusam. Terdapat pemain asing yang bersama Johan Ibo saat itu. Pemain tersebut berasal dari Mali dan pernah bermain di Indonesia. 

"Tapi dia berhasil kabur saat hendak kami tangkap," kata Dandri. (Baca Juga: Okto Maniani Dkk Tertidur saat Menuju Kandang Persebaya)

Dandri menceritakan, kasus ini terungkap saat pemain yang hendak disuap, menceritakan hal ini pada manajemen. Bahkan Johan Ibo sempat masuk ke kamar pemain untuk berbicara langsung, saat istirahat makan siang.

Johan Ibo

"Ada tiga pemain yang berusaha dia suap. Satu pemain ditemui langsung, satu pemain dihubungi lewat telepon, satu lagi belum sempat dihubungi," kata Dandri, yang enggan menyebutkan siapa saja pemain yang hendak disuap.

Mendengar hal itu, manajemen pun berusaha memancing mafia tersebut keluar. Akhirnya disepakati, mereka bertemu di McD Basuki Rahmad yang lokasinya tidak jauh dari Ina Simpang.

Tiba di lokasi, Dandri mengubungi nomor yang dipakai oleh Johan Ibo. Dandri bersama kedua pengurus lainnya pun langsung mendatangi, dan berusaha untuk menangkap. Namun keduanya melawan dan sempat terjadi keributan.

Akhirnya Johan Ibo kooperatif dan mau dibawa ke Ina Simpang, untuk diminta keterangan.

Menurut Dandri berdasar keterangan Johan Ibo, mereka menyuap tiga pemain untuk kalah saat melawan Persebaya Surabaya, Rabu (8/5/2015). (Baca juga: Arcan Pede Tanpa Dua Legiun Asing)

Berdasarkan informasi dihimpun, yang hendak disuap adalah dua pemain kunci PBFC yakni Okto Maniani, Erick Weeks, dan satu pemain yang belum diketahui namanya.

Masih belum jelas apa motif dari penyuapan ini. Apakah suruhan dari pihak Persebaya, atau lainnya.

Dandri juga belum bisa memastikan kedua mafia tersebut disuruh siapa. Namun besar kemungkinan itu adalah suruhan dari bandar judi.

"Kayaknya ini jaringan bandar judi. Di handphone dia ada kontak yang ditulis bandar, dan lainnya. Banyak pihak yang terlibat, mulai dari mantan pemain sepak bola, agen pemain, dan pemilik klub," tambah Dandri. (TibunKaltim.co/Januar Alamijaya/Surya/ook)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved