Selasa, 2 Juni 2026

Bencana Alam

Awas, Tornado Menerjang Aceh, Jawa, Kalimantan hingga Maluku

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kondisi ini memicu banjir, longsor dan puting beliung

Tayang:
umtsd.org/channel4.com/texasstormclaims.com
Aneka kejadian puting beliung atau tornado di Amerika Serikat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, terjadi perlambatan kecepatan angin memanjang di Perairan Utara Aceh, Samudera Hindia Barat Daya Sumatera, Laut Jawa bagian Utara, Laut Halmahera bagian Barat. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan hampir merata di sebagian besar wilayah Indonesia.

Sirkulasi siklonik persisten di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur menyebabkan adanya konvergensi cuaca yang memicu Bencana Hidrometeorologi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kondisi ini memicu banjir, longsor dan puting beliung alias tornado.

Puting beliung di Paser. (TRIBUNKALTIM.CO/Sarassani)
 

“Penanganan darurat puting beliung yang melanda 7 kecamatan di Aceh Timur pada Kamis (23/4/2015) masih dilakukan,” ujar Sutopo dalam pernyataan pers yang diterima TribunKaltim.co, Jumat (24/4/2015) petang.

Puting beliung melanda antara lain KecamatanPeureulak, Pendawa, Peurelak Barat, Darul Aman, Ranto Peureulak, Sungai Raya, dan Paureulak Timur.

Sebanyak 231 kepala keluarga yang terdiri atas 623 jiwa terdampak. Sebanyak 83 rumah rusak berat, 147 rumah rusak ringan, dan 2 sekolah rusak.

Baca juga: Ratusan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Kemudian di Temanggung, Jawa Tengah, longsor terjadi Desa Nglamuk, Kec Kaloran pada Kamis (23/4) siang menyebabkan akses jalan Temanggung-Semarang tertimbun tanah dan 5 rumah rusak. Saat yang bersamaan puting beliung juga melanda Desa Dlimuyo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung menyebabkan 7 rumah rusak.

Sementara itu, banjir dan longsor juga terjadi di Kec Ngadirejo Kab Pacitan yang menimbulkan 10 rumah rusak dan ambrolnya tebing sungai pada Kamis (23/4). Akses jalan Pacitan-Ponorogo di Desa Gemaharjo Kec Tegalombo sempat putus total karena tertimbun longsor dan ambles.

 
johnstonhealth.org
 

Baca juga: Puting Beliung Sapu Siau, 27 Orang Masih Dicari

Di Kelurahan Simpang Tiga, dan Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda Kaltim banjir menggenangi ratusan rumah pada Jumat (24/4) pukul 10 Wita.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Adanya anomali cuaca dalam seminggu terakhir telah menyebabkan bencana hidrometerologi masih dominan hingga awal Mei mendatang.

Jangan lupa juga, bahwa bencana geologi pun selalu mengancam seperti gempa 5,4 SR pada Jumat (24/4) pukul 12.28 Wib yang terasa kuat di Bolaang Mongondow Selatan selama 3-5 detik. Tidak ada kerusakan tapi masyarakat sempat panik.

Akibat Tekanan Udara

Angin puting beliung disebabkan oleh perbedaan tekanan udara, dalam hal ini jika lapisan udara dingin berada di atas lapisan udara panas, udara panas naik dengan kecepatan diatas 300 km/jam. Udara yang menyusup dari sisi inilah yang mengakibatkan angin berputar sehingga membentuk angin puting beliung, dan bila sudah sempurna maka sebuah pusaran angin bisa memiliki kecepatan hingga 400 Km/jam serta lebar cerobong antara 15 – 365 meter.

Secara meteorologis angin puting beliung dapat terjadi di mana saja terutama di dataran rendah dan daerah yang terbuka.

Awal dari gejala atau tanda-tanda sebelum datangnya angin puting beliung adalah jika dalam satu hari sebelumnya pada malam sampai pagi terasa panas dan gerah. Kemudian sekitar pukul 9 dan 10 pagi terlihat pertumbuhan awan cumulus yang berlapis-lapis, apalagi jika di antara awan itu terdapat satu jenis awan yang mempunyai batas tepi yang sangat jelas berwarna abu-abu dan menjulang tinggi (seperti bunga kol)

Julius Irfan melelui microblog sainsforhuman.blogspot.com mengulas puting beliung berdasarkan pengertian, karakteristik, penyebab terjadinya, proses terjadinya, dan dampaknya.

Puting Beliung

Orang awam menyebut angin puting beliung angin Leysus, di daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis ini yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan berdiameter 500 meter. Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Ada beberapa sebutan untuk puting beliung.

Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada musim pacaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya, karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

Karakteristik Angin Beliung

*Puting beliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama
periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting
beliung.
*Kehadirannya belum dapat diprediksi.
*Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
*Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
*Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.
*Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran rendah.

 Penyebab terjadinya

Penyebab Terjadinya Angin Puting Beliung disebabkan karena Udara panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting beliung.

Selain itu juga karen Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.

 Proses terjadinya puting beliung

Proses terjadinya angin puting beliung, biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal, selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak.

Dampak Terjadinya Puting Beliung

Dampak terjadinya puting beliung antara lain:
1. Rusaknya rumah dan infrastruktur suatu daerah
2. Dapat menimbulkan korban jiwa.
3. Rusaknya kebun-kebun warga
4. Kerugian Material.
5. banyak puing-puing dan sampah yang terbawa puting beliung dan berserakan
6. Terganggunya kegiatan-kegiatan ekonomi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved