Selasa, 2 Juni 2026

Bencana Alam

Alhamdulillah, Indonesia Aman dari Terjangan Tornado

Tidak mungkin Tornado bisa terjadi di daratan Indonesia yang lebih banyak wilayah pegunungannya.

Tayang:
umtsd.org/channel4.com/texasstormclaims.com
Aneka kejadian puting beliung atau tornado di Amerika Serikat. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Angin Tornado tidak mungkin menerjang daerah pegunungan seperti Indonesia.

Karakter dan proses terbentuknya Tornado tidak cocok dengan daerah di Indonesia yang lebih banyak terdapat gunung maupun perbukitan.

Awan CB (comulonimbus) tekanan rendah bisa membua tropical depression dan kemudian membentuk tropical Cyclone.

Tropical Cyclone atau angin sejenis Tornado bisa terbentuk di dataran luas dan rata di Australia dan sebagian Amerika. Angin Kupang Timor-timor. (Baca juga: Awas, Tornado Menerjang Aceh, Jawa, Kalimantan hingga Maluku )

Tornado butuh hamparan luas yang datar, jika menerjang daerah pegunungan tornado akan menghilang.

Tornado bisa tumbuh dan berjalan di lautan selama seminggu, sedangkan di daratan tornado hanya bisa berjalan maksimal sehari.

Terbentuknya Tornado butuh waktu lama, bisa lebih dari sebulan.

Tidak mungkin Tornado bisa terjadi di daratan Indonesia yang lebih banyak wilayah pegunungannya.

Sedangkan puting beliung bisa terjadi di setiap daerah misalnya di daerah pegunungan.

Puting beliung bisa terbentuk hanya dari satu awan CB, sedangkan Tornado terbentuk dari puluhan awan CB.

Jangkauan Tornado bisa mencapai skala satu kabupaten, sedangkan Puting Beliung hanya terfokus pada satu area, misalnya satu lingkungan RT. (Baca juga: Ini 10 Tradisi Aneh Negara-negara di Dunia )

"Tornado bisa berputar di lautan yang luas hingga lebih dari seminggu. Untuk di perairan Indonesia, Tornado tidak bisa terjadi karena luas lautan yang kurang. Tornado bisa terjadi di lautan yang luas seperti Filipina. Setelah Tornado menghantam daratan, pasti putarannya berkurang dan lama-lama menghilang," ujar Kabid Data dan Informasi BMKG Balikpapan Abdul Hariz Z, kepada TribunKaltim.co.

Hal yang sering dijumpai ketika terjadi Tornado adalah petir. Petir bisa terjadi pada saat tornado terbentuk maupun sudah jadi.(Baca juga: Inilah Negara Paling Bahagia di Dunia)

Petir terjadi dari loncatan ion positif menuju ion negatif. Awan positif dan negatif saja sudah bisa menyebabkan terjadinya petir.

"Saat terjadi Tornado, petir merupakan satu diantara efek munculnya Tornado," ujar A Hariz Z, Kabid Data dan Informasi BMKG Balikpapan.

Awas, Tornado Menerjang

Sebelumnya diberitakan, adanya peringatan akan bahanya bencana. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, terjadi perlambatan kecepatan angin memanjang di Perairan Utara Aceh, Samudera Hindia Barat Daya Sumatera, Laut Jawa bagian Utara, Laut Halmahera bagian Barat. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan awan hujan hampir merata di sebagian besar wilayah Indonesia.

Sirkulasi siklonik persisten di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur menyebabkan adanya konvergensi cuaca yang memicu Bencana Hidrometeorologi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kondisi ini memicu banjir, longsor dan puting beliung alias tornado.

Puting beliung di Paser. (TRIBUNKALTIM.CO/Sarassani)
 

“Penanganan darurat puting beliung yang melanda 7 kecamatan di Aceh Timur pada Kamis (23/4/2015) masih dilakukan,” ujar Sutopo dalam pernyataan pers yang diterima TribunKaltim.co, Jumat (24/4/2015) petang.

Puting beliung melanda antara lain KecamatanPeureulak, Pendawa, Peurelak Barat, Darul Aman, Ranto Peureulak, Sungai Raya, dan Paureulak Timur.

Sebanyak 231 kepala keluarga yang terdiri atas 623 jiwa terdampak. Sebanyak 83 rumah rusak berat, 147 rumah rusak ringan, dan 2 sekolah rusak.

Baca juga: Ratusan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Kemudian di Temanggung, Jawa Tengah, longsor terjadi Desa Nglamuk, Kec Kaloran pada Kamis (23/4) siang menyebabkan akses jalan Temanggung-Semarang tertimbun tanah dan 5 rumah rusak. Saat yang bersamaan puting beliung juga melanda Desa Dlimuyo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung menyebabkan 7 rumah rusak.

Sementara itu, banjir dan longsor juga terjadi di Kec Ngadirejo Kab Pacitan yang menimbulkan 10 rumah rusak dan ambrolnya tebing sungai pada Kamis (23/4). Akses jalan Pacitan-Ponorogo di Desa Gemaharjo Kec Tegalombo sempat putus total karena tertimbun longsor dan ambles.

johnstonhealth.org
 

Baca juga: Puting Beliung Sapu Siau, 27 Orang Masih Dicari

Di Kelurahan Simpang Tiga, dan Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda Kaltim banjir menggenangi ratusan rumah pada Jumat (24/4) pukul 10 Wita.

Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Adanya anomali cuaca dalam seminggu terakhir telah menyebabkan bencana hidrometerologi masih dominan hingga awal Mei mendatang.

Jangan lupa juga, bahwa bencana geologi pun selalu mengancam seperti gempa 5,4 SR pada Jumat (24/4) pukul 12.28 Wib yang terasa kuat di Bolaang Mongondow Selatan selama 3-5 detik. Tidak ada kerusakan tapi masyarakat sempat panik.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved