Senin, 18 Mei 2026

BREAKING NEWS

BREAKING NEWS - Korban Tawuran, Siswa SMP Tewas Setelah Koma 2 Hari

“Kepastiannya meninggal akibat pendarahan di otak. Hal tersebut kami dapatkan setelah melakukan CT scan pada korban,” ujar Dokre Vernilina

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/AHMAD SIDIK
Sejumlah ibu-ibu dan anaknya berada di Satreskrim Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Balikpapan. Mereka menjadi saksi dalam aksi tawuran yang terjadi Sabtu (25/4) yang menewaskan M Yusuf (14 tahun), seorang pelajar SMP. 

TRIBUNKALATIM.CO - Tawuran antarsiswa SMS pecah di di Jalan Jenderal Sudirman, mengakibatkan tewas Muhammad Yusuf. Lokasi tawuran di sekitar Masjid Baitul Mukmin, depan jembatan perbatasan RT 1 dan RT4, Klandasan Ilir, Balikpapan. Korban masih sekolah di satu SMP Negeri di Balikpapan.

Yusuf meninggal Senin (27/4/2015) setelah kritis selama dua hari. Pristiwa tawuran terjadi Sabtu sekitar pukul 20.00 Wita. Hingga Minggu (26/4/2-15) malam, Yusuf kritis dan dirawat di ICU Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan.

Kepastian meninggalnya Yusuf, satu di antara anak yang terlibat tawuran dipastikan karena adanya pendarahan bagian otak. Hal ini disampaikan Kepala IGD & Rawat Jalan RS Restu Ibu Balikpapan, Dr Vernilina.

“Kepastiannya meninggal akibat pendarahan di otak. Hal tersebut kami dapatkan setelah melakukan computer tomography (ct) scan pada korban,” ujar dokter Vernilina.


Suasana di ruang tunggu ICU RS Restu Ibu Balikappan. Muhammad Yusuf (14 tahun) siswa SMP di Balikpapan, meninggal akibat korban tawuran pelajar di Klandasan Ilir Balikpapan Kota, Sabtu (25/4/2015). (TRIBUNKALTIM.CO/AHMAD SIDIK)
 

Baca Juga: Rayakan Kelulusan, Pelajar Malah Tawuran

Dijelaskan pula korban pertama kali datang ke rumah sakit Restu Ibu Balikpapan pada hari Minggu sekitar pukul 01.00 dini hari.

“Saat dibawa ke sini, tim dokter juga sudah mencari beberapa bekas luka di area kepala, tetapi saat itu tidak kami temukan. Begitu pula dengan memar di bagian wajah yang tidak tampak ketika dilakukan pengobatan,” ucap Dr Lina, sapaan Vernilina.


Sebanyak 30 siswa Kota Yogyakarta diamankan di Polresta Yogyakarta setelah terlibat aksi tawuran, Sabtu (26/6/2012). (Kompas.com)

Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur dari RS Restu Ibu, Balikpapan Dr Jahja Budi, saat dikonfirmasi pada saat yang sama.

“RS sudah melakukan CT-scan, dan hasilnya memang ada pendarahan di otak. Jika lebih jelas, nanti bisa melalui autopsi,” ujarnya.

Baca Juga: SMAN 70 Siapkan Sanksi Drop Out kepada Fitra

Pihak rumah sakit baru mengetahui Yusuf adalah korban dari tawuran yang terjadi Sabtu, dari ibu korban. Saat di rumah sakit, kondisi korban saat itu sudah parah, sehingga langsung dilarikan ke ruang IGD.

“Analisis kami mungkin si anak takut melaporkan kejadian itu ke ibunya. Karena pendarahan di otak itu memang berbahaya. Mungkin awalnya kecil pendarahannya, tetapi karena dibiarkan semakin membesar, sehingga ketika tiba di rumah sakit, pasien sudah dalam kondisi gawat darurat,” ucap DrJahja Budi.

Mengeluh Sakit Lalu Mendadak Pingsan

Menurut pengakuan Darmawati, kerabat dekat korban, hari Sabtu sekitar pukul 21.00 Wita, setelah makan, Yusuf mengeluh sakit di bagian kepala. Orangtuanya, lalu memberi obat dan Yusuf pun meminumnya. Selanjutnya, Minggu (26/4) sekitar pukul 01.00 dibawa ke RS Restu Ibu akibat tidak sadarkan diri.

Lalu diantarkan ke rumah sakit, kemudian masuk ke ruang ICU. Di sana, teman-temannya bergantian datang membesuk.

TribunKaltim.co coba meminta keterangan dari ibunda Yusuf, sebelum memasuki ruang ICU. Namun, wanita yang mengenakan hijab orange ini hanya tertunduk bergegas masuk tanpa menjawab pertanyaan.

Yohana Palupi Arita, Istri Walikota Rizal Efendi sekaligus Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) juga mengunjungi Yusuf, pada Minggu kemarin.

"Sekitar pukul 16.00 Wita tadi Bu Walikota datang. Dia dikawal beberapa orang saat mengunjungi MY," ujar seorang pengunjung.

Menurut keterangan pengunjung Yusuf di depan ruang ICU, sebelumnya orangtua maupun kerabat MY tidak mengetahui keterlibatan Yusuf dalam kejadian tawuran. Setelah teman-temannya bercerita baru diketahui bahwa Yusuf terlibat tawuran.

"Baru paginya kami tahu kalau MY terlibat tawuran setelah temannya cerita. Kata teman-temannya MY dipukul gagang sapu sampai gagang sapunya patah," ungkap Darmawati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunKaltim.co, anak-anak Pasar Baru sering bergerombol dan membentuk perkumpulan geng. Sering terjadi tawauran namun belum sampai ada korban.

"Anak-anak kecil, SMP Kelas 2 bahkan ada yang SD sering lempar-lemparan batu, akhirnya ada korban juga," ujar Darmawati.

Sejak dibawa ke rumah sakit, Yusuf belum sadar sampai dinyatakan meninggal. Berdasarkan keterangan kerabat Yusuf, menurut dokter, ada dua kemungkinan, Yusuf terkena benda tumpul atau terjatuh tepat di kepala.

Hingga Senin siang, Polres Balikpapan telah memintai keterangan sejumlah saksi. Kesibukan terlihat di Unit PPA yang lokasinya berada di sisi kiri gedung Polres Balikpapan. Tampak beberapa ibu dan anak. Ketika Tribun bertanya, mereka mengaku diminta menjadi saksi. Satu diantara saksi mengatakan tawuran terjadi di sekitar Masjid Baitul Mukmin, depan jembatan. (Ahmad Sidik/Anjas Pratama)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved