Pusamania Borneo FC
Kompetisi Dihentikan, Pedagang Asongan Banyak Tarik Diri
Mereka beralasan uang pendaftaran yang sudah dibayarkan tersebut akan dipakai terlebih dahulu untuk memutar modal usaha selama berapa waktu kedepan.
Penulis: Januar Alamijaya |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Efek domino dari tertundanya ISL 2015 mulai terasa. Tak hanya klub, para pedagang asongan yang biasa berjualan saat pertandingan berlangsung juga merasakan dampak dari nasib kompetisi yang belum jelas kelanjutannya.
Direktur Bisnis, Promosi, dan Marketing Pusamania Borneo FC, Novi Umar, menjelaskan akibat kembali ditundanya liga, kini sudah ada beberapa pedagang asongan yang sebelumnya sudah mendaftarkan diri, menarik kembali uang pendaftarannya kepada manajemen PBFC.
Mereka beralasan uang pendaftaran yang sudah dibayarkan tersebut akan dipakai terlebih dahulu untuk memutar modal usaha selama berapa waktu kedepan. (Baca juga: Kapten PBFC Curhat di Twitter, Inginkan Kepastian Kompetisi)
Manajemen PBFC sendiri memahami kondisi ini dan tetap memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk mendaftar kembali jika sudah ada kejelasan kapan kompetisi kembali digulirkan.
Sebelumnya manajemen PBFC, memang membuka pendaftaran bagi 50 para pedagang asongan untuk berjualan di dalam stadion saat tim Pesut Etam menjamu lawannya di Stadion Segiri.
Namun ketika PBFC sudah bersiap menggelar laga , ternyata kompetisi dihentikan akibat adanya perseteruan antara Kemenpora dan PSSI. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/cafe-di-stadion-segiri-samarinda_20150428_214056.jpg)