Senin, 20 April 2026

Russeni Hanya Minum Air Putih Setelah Anaknya Ditahan

“Saya belum bisa makan nasi dan hanya minum air putih saja, saya juga sedang sakit jadi tidak bisa menjawab pertanyaannya,” ujar Russeni.

TRIBUNKALTIM.CO/AHMAD SIDIK
Sejumlah ibu-ibu dan anaknya berada di Satreskrim Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Balikpapan. Mereka menjadi saksi dalam aksi tawuran yang terjadi Sabtu (25/4) yang menewaskan M Yusuf (14 tahun), seorang pelajar SMP. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pasca tawuran anak yang terjadi pada Sabtu (25/4/2015) di jalan Jenderal Sudirman sekitar Masjid Baitul Mukmin tepatnya di depan jembatan perbatasan RT 1 dan RT 4 kelurahan Damai Balikpapan.

Kini Sp dan Rd telah ditetapkan sebagai anak yang bermasalah dengan hukum (ABH). Russeni, Ibu Sp, tampak sangat sedih dengan keputusan tersebut, terlebih sebentar lagi Sp akan mengikuti Ujian Nasional.

Saat TRIBUNKALTIM.CO, menelusuri rumah Sp yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Gang Layang, rumah bercat biru hijau tersebut tampak sepi.(Baca juga: BREAKING NEWS - Korban Tawuran, Siswa SMP Tewas Setelah ...)

Di depan rumah hanya terlihat rak susun yang berisi barang dagangan.

Di sampingnya terletak meja kecil berukuran 1x1 mter yang di atasnya terdapat dua termos kecil untuk membuat es.

Dari berjualan makanan ringan dan minuman itulah satu-satunya mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga Sp. Terkadang, ibu Sp juga berjualan nasi kuning di depan rumahnya.

Wanita yang kesehariannya berjualan makanan ringan di depan rumahnya ini masih setia melayani anak-anak sekitar rumahnya yang membeli barang dagangannya.

Wanita paruh baya ini pun menerima TRIBUNKALTIM.CO dengan ramah, Selasa (28/4/2015).

Namun saat Tribun melontarkan beberapa pertanyaan mengenai kondisi anaknya, Russeni hanya menjawabnya dengan jawaban yang sama.

Ia mengaku bahwa dirinya tidak tahu persoalan yang menimpa anak ketiga dari empat bersaudara itu dan ia sangat terpukul atas kejadian itu sampai tidak nafsu makan selama dua hari dan hanya bisa minum air putih saja.

“Saya belum bisa makan nasi dan hanya minum air putih saja, saya juga sedang sakit jadi tidak bisa menjawab pertanyaannya,” ujar Russeni.

"Ia sangat menyangkan terjadinya kejadian seperti ini apalagi sebentar akan melaksanakan ujian nasional. Saya harap anak saya mendapat keringanan sehingga ia bisa mengikuti ujian nasional," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved