Otonomi Khusus
Effendi Gazali Minta Pemprov Kaltim Untuk Hati-hati Terhadap Tuntutan Otsus
Pasalnya, bumi Cendrawasih tersebut tidak mengalami pertumbuhan pendudukan signifikan, perekonomian juga berjalan stagnan.
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pakar Komunikasi Politik Nasional, Effendi Gazali meminta kepada Pemprov Kaltim untuk berhati-hati terhadap permintaan untuk menjadikan Kaltim sebagai daerah otonomi khusus.
Kekhawatiran dirinya beracuan terhadap otsus yang terjadi di Papua.
Pasalnya, bumi Cendrawasih tersebut tidak mengalami pertumbuhan pendudukan signifikan, perekonomian juga berjalan stagnan.
Hal ini dikarenakan perjuangan Otsus yang dilakukan masyarakat maupun Pemprov Kaltim tidak dijalankan dengan konsisten.
"Jika dilakukan audit tentang kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan di Papua berada diurutan terbawah dibanding dengan daerah lainnya yang tidak otsus," imbuhnya, Senin (4/5/2015).
Dia pun meminta kepada Pemprov Kaltim untuk mengkaji lebih mendalam tentang permintaan Kaltim untuk menjadi salah satu daerah yang memperoleh otsus, yang sebelumnya telah didapatkan oleh Papua, Aceh dan Yogyakarta dengan latar belakang permintaan otsus yang berbeda.
"Dikaji dengan baik otsus ini, jangan tergesa-gesa untuk menuntut otsus," imbuhnya.
Dirinya menjelaskan, dari hasil studi dari buku yang dibuat oleh Rizal Djalil yang dulunya merupakan mantan Kepala BPK RI yang berjudul Otsus Papua, Otonomi Untuk Rakyat.
Kesimpulan dari buku tersebut otsus di Papua gagal dalam mensejahterakan masyarakatnya.
"Saya baca buku yang dibuat oleh Prof Rizal Djalil tentang otsus Papua, kesimpulannya otsus di sana tidak dijalankan dengan konsisten yang mengakibatkan pembangunan maupun kesejahteraan tidak berjalan dengan baik di sana," tuturnya.
Namun demikian, dirinya menampik jika dibilang tidak setuju dengan otsus terhadap Kaltim.
Dia menegaskan jika dirinya mendukung terjadinya otsus bagi Kaltim, asal memang untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat.
"Ingat, saya mendukung otsus Kaltim, bukan tidak mendukung, asal dijalankan dengan konsisten," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/samarinda_effendi-ghazali-dan-farhan_20150504_233151.jpg)