Rabu, 8 April 2026

Video Nyanyian Adzan 'Versi R&B' Memicu Kemarahan Publik

"Ini adalah penghinaan paling buruk yang saya pernah lihat," kata yang lain. "Menjijikan...!"

BBC Indonesia
Inilah aksi blogger kontroversial Alvin Tan yang mengunggah video tentang nyanyian Adzan. Video ini menuai kemarahan publik, khusunya umat muslim di Malaysia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Umat muslim di Malaysia marah setelah melihat tayangan video tentang nyanyian Adzan beredar di jejaring sosial Facebook.

Dalam video itu, seorang blogger kontroversial, Alvin Tan, bermain piano sembari menyanyikan Adzan "versi R&B" dengan lirik yang kacau. Dalam aksinya, Tan terlihat bertelanjang dada dan menggunakan kacamata hitam.

Di bawah videonya, dia menulis, "tolong jangan bilang kalau liriknya salah. Pertama ini adalah versi cover, jadi modifikasi kreatif diizinkan. Kedua, saya bukan pelaku bom bunuh diri,” demikian seperti dilansir dari BBC Indonesia, Senin (4/5/2015).

Video itu telah ditonton 400.000 kali dan menuai kemarahan umat muslim di Malaysia. "Alvin Tan, memalukan!" kata seorang pengguna media sosial.

BACA juga: Negara Ini Larang Pemakaian Cadar dan Menginap di Masjid

"Ini adalah penghinaan paling buruk yang saya pernah lihat," kata yang lain. "Menjijikan...!"

Namun, ada juga yang berkomentar biasa saja. "Usaha yang bagus... Saya Muslim dan saya tidak marah."

Tontonan itu memicu perdebatan di Malaysia tentang agama. Lebih dari 60% warganya adalah Muslim dari etnis Melayu tetapi terdapat minoritas Buddha, Kristen, dan Hindu. Lebih dari seperlima orang Malaysia, seperti Tan, adalah keturunan Tiongkok.

Dia melakukan itu dengan alasan untuk membela kebebasan berpendapat. Namun, tindakannya itu tidak populer di komunitas non-Muslim.

"Alvin Tan bertindak terlalu jauh. Tetapi tentu saja, tindakan dan perilakunya tidak mencerminkan komunitas Tiongkok di Malaysia. Jadi salahkan dia, bukan warga Tiongkok," kata seorang pengguna Twitter.

Foto Makan Babi

Ini bukan pertama kali dia menuai kontroversi. Dia bersama mantan kekasihnya pernah menggunggah foto mereka ketika makan babi sambil mengucapkan selamat berpuasa di bulan Ramadhan kepada umat Muslim dua tahun lalu.

Foto itu membuatnya ditahan atas tuduhan penghasutan. Dari sinilah Tan mengklaim bahwa tidak ada kebebasan berpendapat di Malaysia, bahwa Undang-Undang Penghasutan pernah dikritik Amerika Serikat dan Human Rights Watch, karena salah satunya bisa digunakan untuk menjerat orang-orang yang dianggap mengkritik agama dan menyinggung umat.

BACA juga: 18 Hotel di Jepang Kini Menyiapkan Fasilitas untuk Tamu Muslim

Tan mengatakan kepada BBC bahwa, dia 'dianiaya' oleh pemerintah Malaysia.

"Tujuan saya adalah untuk mengekspos ekstremisme dan kekerasan yang biasa terjadi di Malaysia bertahun-tahun, begitu banyak kasus sehingga label Malaysia sebagai 'model negara Muslim moderat' seharusnya tidak lagi diberikan," katanya.

Namun dia mengatakan tidak sedang melawan agama. "Saya hanya berjuang untuk pemisahan sejati antara agama dan negara di Malaysia," kata Tan yang sekarang tinggal di Amerika Serikat itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved