Jelajah Sepeda Kompas

Peserta Ini Ritualkan Pasang Bendera di Belakang Sepeda

Di acara Jelajah Sepeda Banjarmsin-Balikpapan pun juga ada. Seperti yang dilakukan Sugeng Santoso, pegawai Beacukai di Jakarta.

TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Sugeng Santoso dengan bendera di sepedanya saat tiba di Pelabuhan Kariangau Balikpapan, Sabtu (9/5/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Anda tahu adat pemotongan rambut bagi bayi? Atau upacara mengencingi gawang agar tidak kebobolan yang kerap dilakukan warga pelosok daerah ketika melakukan sepak bola tarkam?

Atau anjuran orangtua agar jangan berdiri di pintu yang bisa menyebabkan kurang rezeki? Itu semua merupakan adat masyarakat 'mitos' yang dipercayai sebagian masyarakat.

Di acara Jelajah Sepeda Banjarmsin-Balikpapan pun juga ada. Seperti yang dilakukan Sugeng Santoso, pegawai Beacukai di Jakarta.

Kali ini dirinya mempunyai hal unik tersendiri. Yakni memasang bendera di belakang sepedanya. Jumlahnya pun sesuai dengan rute yang ia lalui.

Baca: Bupati Ini tak Bisa Bayangkan Dirinya Mampu Ikut Gowes

"Kalau selesai satu etape, ya pasang satu bendera, dua etape pasang dua bendera, begitu seterusnya," katanya.

Ia menjabarkan, hal tersebut ia lakukan agar menambah semangat dalam bergowes. Selain itu juga untuk mengingatkannya berapa etape yang telah ia tempuh.

Di setiap jelajah sepeda, Sugeng berkata akan terus melanjutkan tradisinya tersebut.

Saat ditanyakan apakah dirinya akan memasang 20 bendera jika melintasi 20 etape, Sugeng hanya menjawab ringan.
"Ya dikondisikan saja. Fleksibel saja soal pemasangan bendera itu," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved