Masjid Muhammad Cheng Hoo jadi Persinggahan Warga Lintas Kota
Sebelum memasuki pekarangan masjid, terpampang jelas di gapura masjid sebuah tulisan mandarin dan tulisan latin
Penulis: Christoper Desmawangga |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masjid dengan arsitektur Tiongkok tidak hanya terdapat di negerinya saja, melainkan di Indonesia, tak terkecuali yang terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegera, Kalimantan Timur.
Masjid Muhammad Cheng Hoo memang tidak hanya terdapat di Kukar, Kaltim saja, melainkan juga terdapat di sejumlah daerah di Indonesia, seperti yang terdapat di Surabaya, Jawa Timur.
Masjid ini terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Dusun Tani Maju, Desa Batuah RT 7 Nomor 11, Kecamatan Loa Janan, Kukar atau Kilometer 36 dari Kota Samarinda.
Ketika TribunKaltim.co bertandang ke masjid dengan warna dominan merah dan kuning khas negeri Tiongkok tersebut, sedang berlangsung kegiatan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, yang dihadiri warga sekitar dan Camat Loa Janan.
Peringatan Isra Miraj di Masjid Cheng Ho juga dihadiri oleh Jos Soetomo, salah satu tokoh yang telah membangun masjid tersebut.
BACA juga: Peringati Isra Miraj, Ribuan Massa HTI Pawai Akbar di Samarinda
Sebelum memasuki pekarangan masjid, terpampang jelas di gapura masjid sebuah tulisan mandarin dan tulisan latin yang bertuliskan Masjid Muhammad Cheng Hoo.
Masjid dengan kapasitas tampung jemaah mencapai 500 orang tersebut pun menjadi persinggahan utama bagi para pengendara yang hendak ke Balikpapan dari Samarinda maupun sebaliknya. Jalur darat tersebut juga sebagai jalur penghubung ke Kota Bontang, Kabupaten Kutai Timur, Berau dan Tenggarong.
Junaidi, salah seorang pengendara mobil yang hendak ke Balikpapan bersama dengan keluarganya mengaku selalu singgah ke masjid tersebut jika kebetulan telah memasuki waktu sholat. Menurutnya masjid tersebut unik dengan ornamen khas negeri tirai bambu.
"Kalau kebetulan waktu shalat, saya pasti akan mampir ke masjid ini, karena unik dan berbeda dengan masjid lainnya," katanya, Minggu (10/5/2015).
BACA juga: Setiap Shalat Jumat, Jamaah di Masjid Ini akan Diberi Uang
Sementara, Anto, salah seorang pengurus Masjid Muhammad Cheng Hoo menjelaskan, pembangunan masjid tersebut dimulai sejak tahun 2005 dan diresmikan pada tahun 2007.
"Semua pembangunan masjid ini ditanggung oleh Pak Jos Soetomo, pembangunan mulai dilakukan pada tahun 2005 dan difungsikan pada tahun 2007," ungkapnya.
Terpilihnya masjid dengan arsitektur Tiongkok sendiri karena sang donatur merupakan warga keturunan Tionghoa. Selain itu, diberinya nama Cheng Hoo sendiri berasal dari nama Laksamana Cheng Hoo yang merupakan seorang laksamana laut yang beragama Islam dari abad ke-15.
Bahkan dalam ekspedisinya, Cheng Hoo pernah berlabuh di pulau Sumatera dan pulau Jawa. Selain itu, ekspedisi menjelajahi samudera telah dilakukannya jauh lebih awal dari penjelajah Portugis, Vasco da Gama dan penemu benua Amerika, Christopher Colombus dalam kurun waktu 1405-1433 M.
"Namanya memang diambil dari Laksamana Cheng Hoo yang merupakan laksamana muslim Tiongkok pertama dan telah mengarungi puluhan negara dari penjelajahannya," imbuhnya.
Hingga saat ini, masjid tersebut masih menjadi menjadi pilihan utama bagi para pengendara lintas kota yang ingin menunaikan kewajibannya shalat lima waktu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/masjid-muhammad-cheng-hoo_20150510_232616.jpg)