Kamis, 9 April 2026

Beberapa Peserta Duta Wisata Ini Bingung Jawab Pertanyaan Juri

Pasalnya, dari jumlah 23 peserta, di antaranya ada yang tampil tidak secara paripurna.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Para peserta Duta Wisata Bulungan 2015 saat berunjuk gigi di malam final di lapangan Agatis Tanjung Selor, Sabtu (9/5/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Di malam pertunjukan final Duta Wisata Bulungan 2015 banyak peserta yang memberi kehebohan ke para penonton yang hadir secara langsung di lapangan Agatis Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (9/5/2015).

Pasalnya, dari jumlah 23 peserta, di antaranya ada yang tampil tidak secara paripurna. Pertanyaan yang meluncur dari mulut dewan juri, tidak dijawab dengan lancar, dijawab dengan kalimat yang terputus-putus tidak nyambung.

Ini terlihat saat peserta pertama yang maju, Dorkas peserta dari Kecamatan Peso. Awalnya, perempuan berambut panjang ini lancar mempromosikan wisata daerahnya yakni Sungai Adai yang memiliki kealamian alamnya.

Namun ketika masuk ke sesi tanya jawab, rupanya Dorkas tidak menyelesaikannya secara sempurna. Dia mendapat nomor undian yang pertanyaannya datang dari seorang dewan juri yang bertanya mengenai moto daerah Kabupaten Bulungan.

Baca: Malam Ini Grand Final Pemilhan Duta Wisata Bulungan

“Coba apa moto daerah Bulungan. Pakai bahasa daerahnya ya,” tanya juri.

Dorkas pun meladeninya. Dia menjawab, “Moto Kabupaten Bulungan Nabu, Nabuanta,” tuturnya yang kemudian berhenti sejenak, kalimatnya terputus. Kontan aksi ini pun mendapat sorak dari para penonton.

“Mohon maaf. Saya tidak hapal. Tapi saya mau menerjemahkannya saja. Saya tahu artinya Bulungan Kota Ibadah,” jawab Dorkas dengan diplomatisnya.

Hal yang sama terjadi pada Laura Monica Aprilianti (17), dari Kecamatan Tanjung Selor. Perempuan umur 17 tahun ini sulit menjawab pertanyaan juri yang bertema peran pemuda dalam memajukan pariwisata daerah.

Lainnya lagi, Tingky, peserta dari Kecamatan Tanjung Selor ini saat menjelaskan potensi wisatanya salah mengucapkan kecamatan disebut Bulungan sedangkan kabupatennya dia sebut Tanjung Selor.

Namun, kesalahan itu membuat penonton bersorak sinis dan langsung dia mengutarakan perkataan permohonan maaf, dan langsung memperbaiki pernyataannya itu.

Sebelum para peserta diuji di atas panggung, Bupati Bulungan Budiman Arifin yang turut hadir di lapangan Agatis memberi pidato sambutan.

Intinya, politisi dari Demokrat ini berharap, penyelenggaraan Duta Wisata Bulungan 2015 bisa memberi nilai positif bagi kalangan pemuda Bulungan.

“Pemuda-pemuda kita bisa tahu daerah wisata Bulungan. Pemuda kita semua bisa mengenal wisata Bulungan. Kita ingin wisata kita maju karena turut serta dari semua pihak termasuk para pemudanya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bulungan, melalui Dinas Pariwisata terus berupaya melengkapi kekurangan infrastruktur yang dimiliki oleh wisata Bulungan. Sampai sekarang, sedang diupayakan peningkatan kelayakan lokasi wisata seperti di antaranya wisata alam air terjun di kilometer 16. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved