Jelajah Sepeda Kompas

Kalimantan Timur Ini Kaya, Tapi Infrastrukturnya Tidak Sebanding

Puncak acara Jelajah Sepeda Nusantara Kompas Banjarmasin-Balikpapan dirangkai dengan acara bakti sosial dan funbike.

TRIBUN KALTIM / ANJAS PRATAMA
Pukul 09.30 Wita, peserta Jelajah Sepeda akhirnya mencapai kawasan puncak Gunung Rambutan, Desa Sungai Terik, Kabupaten Paser, pada Kamis (7/4/2015). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim: Domu D Ambarita, Siti Zubaidah, Ahmad Sidik, Ade Miranti, Jino Prayudi Kartono, dan Gilbertus Rosok

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -  Jelajah sepeda selama tujuh hari berakhir sudah. Perjalananan jauh, menempuh jarak 576 kilometer diawali dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan ditutup di Lapangan Merdeka, Balikpapan, Minggu (10/5/2015).

Puncak acara Jelajah Sepeda Nusantara Kompas Banjarmasin-Balikpapan dirangkai dengan acara bakti sosial dan funbike.

Semua peserta Jelajah Sepeda Kompas yang telah tiba di Balikpapan, Sabtu (9/5/2015), masih melakukan satu etape tambahan yakni keliling Kota Minyak bersama para goweser Balikpapan. Kemarin, start dan finish dari Lapangan Merdeka.

Sebanyak 50 penggowes berhasil menuntaskan perjalanan yang dibagi dalam etape, yakni dari Banjarmasin - Rantau, Rantau - Tanjung, Tanjung - Batu Kajang, Tana Paser, Tana Paser - Penajam, Penajam - Balikpapan.

Minggu pagi kemarin, peserta funbike telah berkumpul di Lapangan Merdeka menyambut saudara sesama pesepeda.

Acara dibuka Walikota Balikpapan Rizal Effendi. Hadir pula Kepala Staf Kodam Mulawarnan Brigjen TNI GE Supit, Wakil Walikota Balikpapan Heru Bambang, Komandan Lanud Balikpapan Kolonel Penerbangan Zulfahmi, Dirlantas Polda Kaltim Kombes Johanes Didiek Dwipriantono, Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo, Pemimpin Perusahaan Tribun Kaltim Zainal Abidin, dan pihak sponsor.

Baca: Beli 10 Tiket, Musa Dapat Hadiah Utama Sepeda Motor

Budiman Tanuredjo mengatakan, Jelajah Sepeda Nusantara merupakan kegiatan yang menggabungkan olahraga, dan pemberitaan atas pembangunan serta pariwisata.

“Jelajah Sepeda Nusantara ini boleh dibilang yang terpanjang. Kompas ingin merajut dari Sabang sampai Merauke. Melalui Jelajah Sepeda kami ingin menyatukan kegiatan olahraga, infrastruktur, dan pariwisata. Sambil bersepeda, kami memberitakan pembangunan infrastruktur juga pariwisata di daerah yang dilalui,” kata Budiman.

Menurutnya, melalui Jelajah Sepeda Nusantara sejauh 567 kilometer dari Banjarmasin ke Balikpapan, wartawan Kompas Gramedia Grup, seperti Harian Kompas, Kompas.com, Kompas TV, Tribun Network, Radio Sonora Network dan lainnya, dapat menulis kondisi riil infrastruktur di lapangan.

“Kami melihat, Provinsi Kalimantan Timur ini daerah yang kaya. Provinsi yang menyumbang banyak kepada pemerintah pusat, tetapi sayang infrastrukturnya tidak sebanding. Kami menemui, jalan-jalan belum mulus. Listrik juga sering byarpet,” ujar Budiman.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi membenarkan pernyataan Budiman. “Mengenai kondisi infrastruktur jalan antara Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Timur, itu sudah lama kita keluhkan. Ada perbincangan di masyarakat, kalau naik mobil, kalau masih bisa tidur itu berarti masih di wilayah Kalimantan Selatan. Tapi kalau sudah bangun, itu berarti berada di Kaltim,” kata Rizal sembari berharap pemerintah pusat meningkatkan perimbangan dana untuk pembangunan daerah.

Rizal pun berharap pemerintah pusat memperhatikan pembangunan di daerah. Misalnya, program listrik 35.000 MW dari Presiden Jokowi termasuk Kaltim dapat segera terlaksana.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved