Fashion

PETA Geram Victoria Beckham Gunakan Kulit Binatang Asli

Tak pelak, hal tersebut membuat PETA, wadah aktivis para pecinta binatang menjadi geram.

PETA Geram Victoria Beckham Gunakan Kulit Binatang Asli
DAILYMAIL.CO.UK
Victoria Beckham yang mendesain tas dari kulit buaya, ular, hingga burung unta asli dalam berbagai bentuk, warna serta ukuran. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sepuluh tahun lalu, yakni tahun 2005 selebriti sekaligus desainer Victoria Beckham pernah berjanji tak akan pernah menggunakan material asli dari kulit hewan untuk setiap rancangannya.

Namun, janjinya tersebut kini membuat aktivis pecinta binatang (PETA) kecewa. Beckham memang menepati janjinya untuk tidak menggunakan bahan bulu asli pada rancangannya, tetapi ia menggunakan kulit buaya dan ular asli untuk koleksi aksesorinya berupa tas.

Tak pelak, hal tersebut membuat PETA, wadah aktivis para pecinta binatang menjadi geram.

Beckham mendesain tas dengan kulit buaya, ular, dan burung unta asli dalam berbagai bentuk serta ukuran. Harga yang dibanderol tak tanggung-tanggung, beriksar mulai 10 ribu hingga 18 ribu poundsterling atau setara dengan 200 hingga 360 juta rupiah.

Baca: Di Bisnis Fashion, Victoria Beckham Jadi Perempuan Paling Inspirasional

Selain tas, ditawarkan pula aksesori fashion lainnya yang terbuat dari kulit binatang asli. Koleki kreasi Beckham ini memang terbukti disukai, karena baru beberapa jam diunggah ke situs penjualan online, hampir seluruh koleksinya habis tak bersisa.

PETA saat ini berkonsentrasi untuk menginvestigasi, dari mana asal kulit binatang yang dijadikan koleksi rancangan Beckham ini diambil.

Disinyalir, kulit buaya kebanyakan didapat dari peternakan yang tak memadai dengan teknik penjagalan yang tentunya tak manusiawi.

Juru bicara dari PETA mengatakan, "Victoria Beckham harus pergi ke sebuah peternakan buaya, agar tahu bagaimana kehidupan hewan tersebut sebenarnya. Jika ia tak sanggup, bahkan untuk melihatnya saja, maka tak sepantasnya ia memerintahkan untuk menjagal binatang tersebut hanya untuk kepentingannya sendiri dalam berbisnis," ujar juru bicara PETA.

"Tas dari kulit buaya adalah salah satu benda paling menjijikkan di dunia," tambah sang juru bicara PETA tersebut. (Silvita Agmasari)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved