Ujian Nasional

Awalnya Siswi Ini Benci Matematika, Tapi Hasil UN Sempurna, Nilai 100

Siti Hardianti Rukmana, nama ini terdengar akrab di telinga. Gadis berusia 18 tahun ini memiliki nama mirip putri mantan Presiden RI Soeharto

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Siti Hardianti Rukmana (kacamata), pelajar di Kabupaten Berau yang meraih prestasi nilai 100 pelajar Matematika UN 2015. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Siti Hardianti Rukmana, nama ini terdengar akrab di telinga. Gadis berusia 18 tahun ini memiliki nama mirip putri mantan Presiden RI Soeharto.

Siti merupakan satu dari 20 pelajar di Kaltim yang berhasil meraih nilai sempurna (100) bidang studi Ujian Nasional (UN) 2015. Di Berau, hanya Siti yang berhasil meraih nilai sempurna.

"Haaa.. serius? Tahu darimana?" tanya Siti kepada Tribunkaltim.co dengan nada setengah tak percaya. Wajar saja jika Siti tak percaya dirinya berhasil meraih nilai sempurna untuk mata pelajaran matematika.

Jangankan Siti, para guru yang mengajarnya di SMK Negeri 1 Tanjung Redeb pun tak percaya jika ada muridnya yang berhasil meraih nilai 100. Gadis yang lahir pada 17 Agustus 1997 ini mengaku awalnya tidak suka dengan pelajaran yang memang tak disukai mayoritas anak sekolah.

Baca juga: Awalnya Siswi Ini Benci Matematika, Tapi Hasil UN 100

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Siti Hardianti Rukmana (kacamata), pelajar di Kabupaten Berau yang meraih prestasi nilai 100 pelajar Matematika UN 2015.

 "Awalnya saya benci dengan matematika, tapi lama-lama malah terasa tertantang memahami rumus-rumus matematika. Semakin rumit semakin senang," kata anak kedua pasangan Ahmad Jais dan Mastora ini.

Siti baru yakin jika dia meraih nilai sempurna setelah melihat berita di Harian Tribun Kaltim. Ditanya kiat-kiatnya bisa meraih prestasi, Siti malah menyatakan tak suka belajar.

Baca juga: Pelajar Peraih Nilai UN Tertinggi Ini Lihat Air Mata Bangga Ibunya

"Saya enggak suka belajar, lebih sering bermain di sosmed (sosial media) seperti facebook, instagram, twitter. Kalau belajar terus malah bikin stres. Saya malah lebih sering jalan-jalan bareng teman kalau malam," ungkap gadis cantik berambut panjang ini.

Meski begitu, sebagai pelajar di sekolah favorit, belajar tetap menjadi kewajiban bagi Siti. Dia juga dipercaya para gurunya menjadi Tutor Teman Sebaya (TTS), lebih mirip asisten dosen di bangku kuliah.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved