Fashion

Wanita Penyandang Down Syndrome Ini Ingin Ubah Standar Cantik Dunia Mode

Awal tahun ini, aktris penyandang down syndrom Jamie Brewer, untuk kali pertama berjalan di pentas peraga pergelaran Pekan Mode New York.

Wanita Penyandang Down Syndrome Ini Ingin Ubah Standar Cantik Dunia Mode
COSMOPOLITAN.COM
Penuh percaya diri Madleine Stuart yang menyandang keterbelakangan mental ingin mengubah standar kecantikan di jagat mode dunia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Standar kecantikan di dunia mode kini mulai beragam.

Jika sebelumnya, Tess Holliday, perempuan ini mendobrak pakem kecantikan dengan tubuh plusnya, kini ada Jamie Brewer dan Madleine Stuart yang ingin menjajaki dunia mode sebagai penyandang keterbelakangan mental (down syndrome).

Awal tahun ini, Jamie Brewer, untuk kali pertama berjalan di pentas peraga pergelaran Pekan Mode New York.

Ternyata, hal tersebut banyak menginspirasi para wanita penyandang keterbelakangan mental lainnya untuk melakukan aksi serupa, termasuk Madleine Stuart.

Stuart yang baru berusia 18 tahun mengaku terinspirasi dengan rasa percaya diri Brewer tersebut.

Apa yang dilakukan oleh Brewer dan Stuart ini tidaklah mudah. Pasalnya, seperti kita ketahui bahwa kompetisi menjadi model ramai dengan para wanita dengan penampilan fisik yang memikat perhatian.

Baca: Tess Holliday Percaya Diri Punggah Foto Tubuh Plusnya di Media Sosial

Stuart berharap bahwa dengan dirinya aktif di dunia mode, dia dapat mengubah pandangan semua orang terhadap para penyandang keterbelakangan mental lainnya.

Ibu Stuart, Rossane mengatakan, "Aku rasa sekarang saatnya bagi orang-orang untuk menyadari bahwa orang dengan keterbelakangan mental dapat menjadi seksi dan cantik. Hal ini patut dirayakan," ujarnya.

"Semua hal berubah tiap hari, dan orang-orang saat ini lebih dapat menerima apa yang belum mereka mengerti sekarang," ujar Rossane.

Saat ini, Stuart bersama ibunya sedang menjalankan kampanye lewat Facebook, untuk mempromosikan dirinya agar lebih mendapatkan banyak pekerjaan di industry fashion dunia. Mereka hingga saat ini telah berhasil memperoleh lebih dari 100.000 follower mendukung Stuart lewat Facebook dan Instagram.

Lebih lanjut, Rossane bercerita bahwa saat anaknya masih kecil, orang-orang seringkali meremehkan putrinya tersebut.

Bahkan dokternya sendiri berkata bahwa dia harus berkecil hati untuk melihat anaknya melakukah hal-hal seperti orang kebanyakan. Mungkin ini saatya bagi Stuart dan sang ibu untuk membuktikan pada orang-orang yang meremehkan mereka bahwa penyandang keterbelakangan mental juga memiliki kesempatan untuk mewujudkan cita-cita seperti orang lain. (Silvita Agmasari)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved