Kamis, 9 April 2026

Beras Sintetis

Kalau Dihentikan, Terus Masyarakat Makan Apa?

Namun Pemkab tidak serta–merta melarang orang berjualan beras apalagi menghentikan distribusi beras ke Kubar.

Penulis: Febriawan |
Tribunnews.com
Beras palsu atau beras plastik beredar di pasar 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur (Kaltim) Didik Effendi, Senin (25/5/2015) menegaskan, meskipun saat ini di Kubar telah positif beredar beras palsu.

Berdasarkan temuan dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kaltim di Samarinda.

Namun Pemkab tidak serta–merta melarang orang berjualan beras apalagi menghentikan distribusi beras ke Kubar.

“Kalau dihentikan masyarakat mau makan apa. Kalau hanya mengandalkan beras lokal, mana cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan seluruh masyarakat,” tegas Didik, petang tadi. (Baca juga: VIDEO – Detik-Detik Anak Dua Tahun Jatuh Dari Eskalator )

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati–hati dalam membeli beras, baik itu di agen dan di pengecer.

Dan apabila menemukan ada keganjalan, seperti beras palsu, harap segera melaporkan kepihak berwajib.

Pantauan TRIBUNKALTIM.CO, hingga petang tadi, temuan beras palsu oleh BKP Kaltim di Kubar.(Baca juga: Polisi Diminta Usut Asal Beras Palsu di Kubar )

Tidak membuat daya beli masyarakat turun.

Sebab disejumlah toko pengecer beras yang ada ditepi jalan Barong Tongkok, masih terlihat tumpukan beras dan transaksi jual beli beras, antara pedagang dan pembeli.

Karena beras merupakan kebutuhan pokok sehingga masyarakat tidak memiliki pilihan lain untuk tidak belanja. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved