Jumat, 10 April 2026

Warga Disarankan Beli Pangan Segar Langsung dari Petani dan Nelayan

Meski hasil investigasi negatif, menurut Fuad, pihaknya tetap melakukan pengawasan ke distributor pangan yang ada di Kaltim

Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Ujicoba beras 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kaltim, Fuad Assadin menyarankan agar masyarakat mengonsumsi pangan yang berasal langsung dari sumbernya yakni petani dan nelayan.

“Lebih bagus sih beli pangan segar dari petani dan nelayan lokal. Lebih baik lagi, jika masyarakat memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam pangan segar,” sarannya, Kamis (28/5/2015).

Meski hasil investigasi negatif, menurut Fuad, pihaknya tetap melakukan pengawasan ke distributor pangan yang ada di Kaltim.(Baca juga: Tribun Kaltim Mengudara Bersama RRI Kaltim dan M Radio Samarinda )

“Ya ke distributor, pasar modern, dan tradisional yang ada, akan kita pantau secara berkala,” katanya lagi.

Diberitakan sebelumnya, Tim BKP Kaltim sempat menemukan beras yang diduga dioplos dengan beras plastik, di Desa Cempedas, Kecamatan Muara Lawa, Kutai Barat.

Masyarakat di Kubar menemukan beras yang berubah warna kebiruan, setelah didinginkan semalam.

Tidak hanya itu, air bekas pencucian beras pun didapati tetap jernih, meski digunakan mencuci beras hingga empat kali.

Menurut warga Muara Lawa, beras yang mereka tanak lebih lengket seperti lem, dan menebarkan aroma plastik saat dibakar.

“Banyak faktornya. Mereka (warga Muara Lawa) biasa menggunakan beras dari ladang sendiri. Kemungkinan yang mereka beli ini stok lama. Kemudian, mereka biasa menanak menggunakan tungku, dan banyak dugaan lain. Tapi dari hasil uji, ternyata negatif,” tutur Kabid Konsumsi dan Pengawasan Pangan, BKP Kaltim, Erwin Dharmawan.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved