Harga Senjata Rakitan Rp 1-5 Juta itu Buatan Indonesia
Harga senjata rakitan berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, tergantung pada kualitasnya.
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Linud 433/Julu Siri, Letnan Kolonel Inf Agustatius Sitepu SSos Msi menyerahkan kepada polisi untuk mengusut pelaku penjualan senjata api jenis penabur di wilayah Kabupaten Nunukan.
“Untuk pasarnya perlu diselidiki, karena mereka (warga pemilik senjata) tidak mau mengekspose dimana belinya? Mereka menyerahkan ini kepada kita dengan kesadaran,” ujarnya, Selasa (2/6/2015) saat menyampaikan keterangan pers.
Sebanyak 12 pucuk senjata berikut 8 peluru penabur dan 7 bom rakitan diamankan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Malaysia/Yonif Linud 433/Julu Siri dari warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Nunukan. (Baca juga: Warga Sukarela Serahkan Senjata dan Bom Rakitan ke TNI )
Agustatius mengatakan, senjata ini dipastikan dirakit di Indonesia. “Ini nanti tugas kepolisian, dimana pabriknya? Artinya pasti ada pembuatnya,” ujarnya.
Masyarakat yang menyerahkan senjata ini mengaku mendapatkannya dengan membeli dari seseorang.
Harga senjata rakitan berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, tergantung pada kualitasnya.
Untuk mendapatkannya juga tidak mudah. Mereka membelinya dengan cara sembunyi-sembunyi. (Baca juga: Senjata, Aminusi dan Bom Digunakan Warga Untuk Berburu )
“Ini yang sedang kita telusuri. Nanti kita serahkan kepada kepolisian untuk ditelusuri, dimana pabriknya? Apakah ada di wilayah kita atau di wilayah lain? Tetapi ini buatan Indonesia, semuanya yang rakit di Indonesia,” katanya. (*)