Rabu, 6 Mei 2026

Inilah Penjelasan Garuda Indonesia Soal Insiden Tergelincirnya GA 618

Seluruh 144 penumpang dan delapan kru pesawat tersebut berada dalam keadaan selamat dan keluar dari pesawat secara normal melalui tangga pesawat.

Tayang:
ENGGAR PRAMITA
Pesawat Garuda Indonesia GA-618 yang tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (2/6/2015). 

TRIBUNKALTIM.CO - Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 dengan nomor penerbangan GA-618 rute Jakarta – Makassar yang berangkat tepat waktu pukul 11.00 WIB dari Jakarta Selasa (2/6/2015), pukul 14.40 Wita tergelincir ketika melakukan pendaratan dalam keadaan hujan lebat di bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Seluruh 144 penumpang dan delapan kru pesawat tersebut berada dalam keadaan selamat dan keluar dari pesawat secara normal melalui tangga pesawat.

"Pesawat hanya bergeser sekitar satu meter dari pinggiran runway," ujar VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto dalam pernyataannya, Selasa(2/6/2015).

Menurut Pujo, pesawat Boeing 737-800NG PK-GFA tersebut diterbangkan oleh Pilot in Command Capt. Nikodemus Elim, dan Kopilot FO Ida Fiqriah. (Baca juga: Ini Kronologi Pesawat Garuda Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin)

Saat ini kata Pujo Garuda Indonesia bekerjasama dengan DKUPPU, Otoritas Bandara dan Otoritas lainnya, sedang melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut berkaitan dengan kejadian tersebut.

Akibat insiden tersebut runway 13/31 di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ditutup.

"Ditutup hingga pukul 16.40 Wita dan operasional pendaratan dan take off pesawat menggunakan runway 03/21," ujar Pujo. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved