Senin, 13 April 2026

Gunung Kinabalu Dikultuskan, 10 Turis Telanjang Dituding Penyebab Gempa

Kitingan menambahkan, perbuatan wisatawan itu sangat tercela, karena dinilai tidak menghormati adat-istiadat setempat.

Daily Mail
Turis-turis Eropa yang sedang bertelanjang di puncak Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Gempa berkekuatan 5,9 Skala Richter yang mengguncang Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Jumat (5/6/2015) sore telah menewaskan sedikitnya 11 orang.

Wakil Menteri Besar Negara Bagian Sabah, Tan Sri Joseph Pairin Kitingan, menuding 10 turis Eropa sebagai penyebab terjadinya gempa tersebut.

Straits Times yang melansir berita ini menyebutkan, Kitingan menegaskan gempa bumi yang baru melanda merupakan akibat dari ulah 10 turis yang telanjang menuju di puncak Gunung Kinabalu, tanggal 30 Mei lalu.

Kitingan menambahkan, perbuatan wisatawan itu sangat tercela, karena dinilai tidak menghormati adat-istiadat setempat.

"Percaya tidak percaya, ini adalah hal yang penduduk Sabah percaya, ketika gempa bumi terjadi, itu merupakan konfirmasi dari kepercayaan kita, Gunung Kinabalu adalah gunung yang suci, jangan menganggap hal ini sebelah mata," kata Kitingan.

BACA juga: Hampir 200 Orang Mendaki saat Gempa Mengguncang Gunung Kinabalu

Kitingan juga meminta agar turis-turis itu diseret ke pengadilan lokal untuk diadili atas perbuatan mereka. Foto setengah telanjang turis Eropa itu muncul di media sosial telah memicu kontroversi di kalangan penduduk Sabah. Warga setempat selama ini mengkultuskan kesucian Gunung Kinabalu.

Sebelumnya diberitakan, meskipun sudah diminta oleh Direktur Sabah Park Datuk Jamili Nais untuk menghentikan perbuatannya, turis-turis tersebut menolak mentah-mentah dan malahan menyoraki Datuk Jamili.

Gempa bumi yang menggoyang negeri bagian yang terletak di utara Pulau Kalimantan itu menewaskan 11 orang yang sedang mendaki Gunung Kinabalu. Sedangkan delapan orang lainnya masih belum ditemukan.

Sejauh ini dilaporkan tidak ada kerusakan berarti atau korban lain di luar daerah Gunung tertinggi di Malaysia itu. (Ericssen)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved