Kamis, 9 April 2026

Mancanegara

Diduga Mengandung Timbal, Nestle Harus Musnahkan Mie Instan Rp 500 Miliar

Perusaan Nestle harus memusnahkan produksi mie instan Maggie di pasaran India yang nilainya mencapai Rp 500 miliar. Mie itu diduga mengandung timbal.

mirror.co.uk
Inilah salah aksi unjuk rasa menolak mie instan Maggi produksi Nestle di India. 

TRIBUNKALTIM.CO - LEBIH dari £ 32.000.000 (sekitar Rp 500 miliar) nilai mie cepat saji yang harus dimusnahkan, karena kekhawatiran akan mengganggu keselamatan manusia diduga mengandung kadar timbal yang tidak aman bagi manusia.

Ini adalah pukulan besar bagi bisnis perusahaan makanan terbesar dunia di India, di mana mereka memasok lebih dari 80 persen dari pasar mie negara. Nilai mie Maggi yang harus ditarik dari pasar India oleh Nestle diperkirakan mencapai £ 32.300.000 (sekitar Rp 500 miliar).

Dalam sebuah pernyataan, Nestle mengatakan: "Akan ada biaya tambahan yang harus diperhitungkan. Pengaruh pada pasar saham, jelas akan menghancurkan harga saham di bursa. Belum lagi biaya angkut dan ongkos pemusnahan. Angka terakhir akan harus dikonfirmasi pada kemudian hari. "

Nestle telah menarik produk Maggi dari toko untuk beberapa minggu setelah laporan FSSAI bahwa ada tingkat timbal dalam produk yang dianggap tidak aman.

Perusahaan telah mengajukan banding ke ke pengadilan tinggi di Mumbai, mereka menganggap ada salah tafsir "penafsiran" hukum keamanan pangan di negara itu.

Nestle Chip Executive Global, Paul Bulcke berjanji segera menarik seluruh produk Maggi ke gudang menyusul hasil tes laboratoriumtersebut.

Berita ini memicu protes di negara itu, anak-anak pun terlibat melakukan demonstrasi 'Membakar Magi' dalam melakukan kasi protes.

Mie instan menjadi sangat digemari di negara itu sejak tahun 1983, sebagai salah satu merek yang paling terpercaya di India tahun 2014.

Namun beberapa negara juga telah menguji kandungan monosodium glutamat kimia dalam mie cepat saji, secara luas dikenal sebagai MSG. (priyo suwarno)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved